Mayoritas Orang Indonesia Cari Info Soal Seks Via Online

TEMPO.CO, Jakarta - Sibuk bekerja, 51 persen orang Indonesia mencari informasi lewat berita online. Sebanyak 85 persen merasa puas dengan kehidupan seksualnya.

Survei membuktikan, untuk meningkatkan kualitas kehidupan seksnya, 51 persen orang Indonesia mencari informasi berita soal seks dari situs online. Kesibukan bekerja menjadi penyebab utama berkurangnya waktu untuk mencari informasi dari sumber lebih kredibel seperti seksolog, teman, bahkan dari pasangan sendiri.

Hasil Survei Kesejahteraan Seksual Global (Sexual Wellbeing Global Survey) dari perusahaan kondom ternama Durex ini mengungkapkan, 69 persen orang Indonesia mengatakan bahwa kehidupan seks baik dan memuaskan memiliki korelasi positif dengan menjadi suami, istri, atau pasangan yang lebih baik. Tentu saja, dengan kehidupan seks yang sehat, mereka juga merasakan suasana hati (mood) yang lebih baik.

Hasil di Indonesia ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata data global yang 64% responden menyatakan bahwa tingkat kepuasan terhadap seks mempengaruhi suasana hati (mood) mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Kesejahteraan seksual adalah keseimbangan yang sehat antara fisik, faktor emosional, dan sosiologis selama melakukan kegiatan seksual. Dari 36 negara yang disurvei, Indonesia menempati salah satu yang tertinggi dalam soal kepuasan seksual. Angka 89% dari orang Indonesia tersebut mengatakan bahwa pasangan mereka berkinerja baik. Riset ini juga mengungkapkan 85% orang Indonesia mengatakan bahwa mereka secara keseluruhan puas dengan kehidupan seks mereka.

"Sebanyak 85% orang Indonesia merasa puas dengan kehidupan seksual mereka, kesejahteraan seksual orang Indonesia menjadi lebih baik," jelas Ratanjit Das, General Manager Reckitt Benckiser Indonesia. "Kami berharap bahwa peningkatan kesejahteraan seks ini berkontribusi positif dalam kehidupan keseharian masyarakat Indonesia."

Sexual Wellbeing Global Survey dilaksanakan untuk memperoleh gambaran kesejahteraan seksual masyarakat dan dijalankan oleh Harris Interactive dengan metode online dan wawancara tatap muka. Survei dilakukan terhadap 29.003 orang dewasa (usia 18 ke atas) di 36 negara, pada 6 September dan 3 Oktober 2011. Dari angka itu 1.015 responden yang disurvei adalah warga negara Indonesia. Sampel data diambil secara proporsional agar sesuai dengan populasi penduduk dan populasi online.

Adapun 36 negara yang berpartisipasi adalah Australia, Austria, Kanada, Cina, Kolombia, Kroasia, Republik Ceko, Perancis, Jerman, Yunani, Hong Kong, Hungaria, India, Indonesia, Irlandia, Italia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Polandia, Portugal, Rumania, Rusia, Singapura, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, Turki, Inggris dan Amerika Serikat.
EVIETA FADJAR 

Wanita Tua Lebih Menikmati Kehidupan Seksnya

Liputan6.com, London: Banyak orang berpendapat, kehidupan seks wanita muda akan lebih baik daripada wanita tua. Ternyata, pandangan ini tidak benar adanya. Pasalnya, wanita yang sudah menginjak usia 40 tahun justru baru menyadari dan benar-benar merasakan indahnya bercinta.

Kehidupan seks ternyata masih tetap bergelora dan bahkan terasa sangat memuaskan ketika mereka menginjak usia lanjut. Menurut para ahli, usia ini adalah masa dimana kepercayaan diri wanita memuncak dalam urusan seks.

Dari sebuah survei di Inggris menyebutkan, lebih dari seperempat wanita muda yang sudah menikah mengaku pernah berselingkuh, karena tidak menikmati hubungan seks dengan suaminya. Mereka pikir, suaminya-lah yang tidak bisa memuaskan mereka. Padahal faktanya, memang belum waktunya seorang wanita muda bisa merasakan kenikmatan tiada tara.

Dalam survei terhadap 2.000 wanita itu, ditemukan bahwa mereka yang berusia 40-an akan lebih percaya diri dalam berhubungan seks. Itu karena di masa tersebut mereka tidak begitu memperhatikan urusan lain, seperti perawatan tubuhnya.

Dari studi tersebut, sebanyak 80 persen mengatakan bahwa mereka lebih agresif dengan pasangan mereka daripada saat berusia 20-an. Dan, sebanyak 60 persen mengaku sangat puas dengan pasangannya setelah menginjak 40 tahun.

Lebih lanjut lagi, para peneliti menyatakan sebanyak 68 persen, wanita 40-an benar-benar menyadari nikmatnya bercinta dengan teknik-teknik yang kerap digunakan. Dan sebagian dari mereka sudah tidak malu bertanya urusan seks pada orang lain, termasuk pakar seks. Hal ini lantaran mereka sudah berpengalaman dan tidak repot mengurus anak kecil lagi, sehingga lebih santai untuk urusan ranjang.

"Dari survei yang kami lakukan, perempuan di atas 40 tahun akan menikmati pengalaman seks terbaik. Jadi, seharusnya kita mengubah pandangan kita terhadap wanita tua, karena mereka tidak sepayah yang selama kita kira," kata peneliti sekaligus Editor op Sante magazine--Nicola Down seperti dilansir Times of India, Jumat (6/4).(RZK/IAN)