Pisang & Ikan Pengganti Nasi Kuliner Mandar

detail berita

SETIAP daerah memiliki makanan khas, seperti halnya Mandar, Sulawesi Barat. Kuliner daerah ini didominasi buah pisang dan ikan.

"Di sana banyak sekali pisang, tradisi di masyarakat Mandar biasanya kalau beras belum matang, pisang selalu disajikan, apalagi nutrisinya sangat bagus dan bisa diolah dengan banyak cara," kata Ratna Dewi Aswan, Ketua Penyelenggara Festival Kuliner Mandar kepada Okezone di kawasan Adityawarman, Blok M, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ditambahkan Ratna, masyarakat Mandar bahkan menempatkan pisang bisa menjadi pengganti nasi. Makanan utama ini bisa disantap bersama ikan baupiapi, yakni ikan dipotong-poting kecil, dibumbui cabai bersama sedikit asem dan kunyit.

Proses pengolahan pisang lainnya terbilang cukup mudah. Ratna mengatakan, pisang diolah setengah matang terlebih dahulu lalu direbus dan diberi santan yang selanjutnya direbus bersamaan. Hasilnya adalah olahan pisang dengan rasa gurih, yang disebut pisang dianjoroi.

Selain buah pisang yang merupakan dominasi makanan utama masyarakat Mandar, Sulawesi Barat, Ratna menegaskan bila ikan juga menjadi konsumsi utama. Ikan yang biasa dikonsumsi adalah ikan seribu yang menurut Ratna sulit didapat.

"Rasanya enak sekali dengan cita rasa daging yang agak manis," paparnya.

Ratna mengatakan, apa yang menjadi kebutuhan kuliner Mandar adalah bahan-bahan serba alami. Proses pengolahan juga terbilang alami, seperti ikan cukup dibakar atau dimakan mentah yang cita rasanya cenderung manis.

"Kebiasaan konsumsi seperti ini sudah ada dari zaman dulu, budaya Mandar sangat khas dan melekat di darah kita," tutupnya. (ftr)

Gurihnya Sup Ubi Mandar

detail berita
(Foto:Johan Sompotan)
TERNYATA ubi bukan saja enak diolah dengan cara digoreng saja, tetapi ubi dan singkong juga enak dibuat sup ubi.

Sup ubi merupakan khas makanan Mandar, Sulawesi Barat ini mengandalkan cita rasa yang alami sebab di dalamnya diberikan ubi atau singkong yang telah diolah terlebih dahulu.

"Di Mandar itu banyak sekali singkong dan ubi, untuk prosesnya singkong digoreng sampai matang tapi sebelum digoreng diberi bawang putih sama garam," jelas Arlia selaku penjual sup ubi saat ditemui okezone usai acara Festival Kuliner Mandar di Kawasan Adityawarman, Blok M, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Bila dilihat secara sekilas, makanan ini mirip dengan olahan soto mie, hanya saja makanan ini tidak memakai risol, kikil serta kentang di dalamnya.

"Untuk melengkapi olahan ini, kita kasih mie yang sudah direbus bersama tauge serta daun seledri sama kacang tanah yang telah digoreng terlebih dahulu," paparnya.

Untuk memberikan rasa gurih pada makanan sup ubi ini, dirinya memakai daging sapi yang diolah menjadi kaldu sapi.

"Kuahnya itu dari daging sapi, cuma saat pengolahannya kaldu sapi ini diberikan bawang putih. garam dan merica dimana garam serta bawang putih ditumis terlebih dahulu agar bumbunya lebih meresap kedalamnya," bebernya lagi.

Meskipun ubi atau singkong ditumis hingga matang kemudian ditaruh ke dalam bahan lainnya tidak membuat singkong menjadi over cook. "Selain jadi gurih, untuk melengkapinya kita berikan telur yang telah dipotong, namun singkongnya pun juga dipotong agar lebih mempercantik olahan makanan tersebut," tutupnya.
(ftr)

Arti Rasa Manis pada Kuliner Mandar

detail berita

SETIAP daerah di Indonesia memiliki kekuatan cita rasa yang berbeda. Salah satunya yang ada di daerah Mandar, Sulawesi Barat. Kuliner daerah tersebut mengandalkan rasa manis.

Rasa manis yang dihasilkan nyatanya memiliki filosofi khusus bagi daerahnya, oleh karena itu menjadikan kuliner Mandar sangat didominasi rasa manis.

"Kalau ditanya kuliner Mandar itu banyak sekali, mereka lebih menonjolkan rasa manis-manis, karena di Mandar suka sekali sama dengan rasa manis terutama sekali makanan pokok disana pisang dan ikan seribu dan itu susah di dapat, rasanya enak sekali," jelas Ibu Ratna Dewi Aswan selaku Ketua Penyelenggara Festival Kuliner Mandar saat berbincang dengan okezone usai acara Festival Kuliner Mandar, Sulawesi Barat di Kawasan Adityawarman, Blok M, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ratna memaparkan kalau cita rasa manis itu diadopsi dari filosofi kebiasaan adat istiadat masyarakat Mandar dimana mereka meyakini rasa manis bisa membawa kebahagiaan bagi keluarga. "Dalam adat mandar, kalau meminang anak gadis itu semua dihidangkan yang manis-manis, supaya kedua keluarga itu berjalan yang harmonis, kalau ada yang menghidangkan makanan asin atau rasa lainnya berarti lamaran mereka ditolak, makanya di Mandar, rasa manis sangat mendominasi," paparnya lagi.

Tak hanya itu saja, masyarakat Mandar percaya bahwa rasa manis pun juga bisa mempererat hubungan silahturahmi antara satu dengan yang lainnya. "Banyak sekali, orang mandar misalnya, tidak akan mengucapkan terima kasih kalau dikasih makanan atau yang lainnya, karena bagi mereka trima kasih itu terlalu gampang, tapi yang dilihat adalah bagaimana cara dia berterima kasih dengan cara penyampaiannya itu yang dinilai," bebernya lagi.

Dikatakannya lagi, rasa manis itu pun dipercayai bisa menumbuhkan sifat kebaikan pada diri seseorang untuk bertingkah laku sehingga dalam dirinya selalu ada rasa baik pada setiap orang.

"Selain itu dalam adat Mandar ada yang namanya malakdikedo yang artinya, menjaga kepribadian dan harga diri yang bagus, artinya kalau kita baik sama orang maka kita akan dibalas kebaikan sama orang mandar, kita harus sopan, santun, makanya rasa manis itu sangat kental di Mandar," tutupnya.
(ftr)

Festival Kuliner Mandar, Hadirkan Jutaan Makanan Tradisional

detail berita
(Foto:Johan Sompotan)
OLAHAN kuliner tiap daerah memiliki kekayaan ragam makanan serta olahan makanannya, seperti kuliner Mandar, Sulawesi Barat yang menghadirkan sekira jutaan kulinernya.

Festival kuliner Mandar ini diadakan bertujuan untuk mempererat masyarakat Mandar, Sulawesi Barat di Jakarta ini menghadirkan makanan-makanan khas tradisionalnya mulai dari makanan camilan, makanan utama hingga makanan penutup sekaligus.

"Di Festival ini kami menampilkan makanan tradisional dari Mandar. Mulai dari kue, masakan ikan dan juga ada olahan nasi, selain dari ingin mempererat masyarakat Mandar yang ada di Jakarta," jelas Ibu Ratna Dewi Aswan selaku Ketua Penyelenggara Festival Kuliner Mandar saat berbincang dengan okezone usai acara Festival Kuliner Mandar, Sulawesi Barat di Kawasan Adityawarman, Blok M, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Makanan Mandar yang dikenal dengan rasa manis ini terdapat olahan pisang dan ikan karena menurutnya kedua makanan ini sangat didominasi di daerah Mandar, Sulawesi Barat.

"Di sana banyak sekali pisang, kalau beras belum matang, pisang selalu disajikan terlebih nutrisi dari pisang itu sangat bagus buat tubuh, pisang itu bisa berguna," paparnya.

Ratna menambahkan, bila berbicara kuliner Mandar, dimana kulinernya lebih menonjolkan cita rasa alami serta apa adanya tanpa memakai banyak bumbu.

"Kalau kuliner Mandar itu lebih mengutamakan rasa alami atau natural, penggunaan bumbunya pun tidak banyak hanya bawang putih, asam, kunyit, cabai dan bawang merah saja. Cabai yang digunakannya pun hanya cabai rawit yang memiliki tingkat kepedasan yang tajam," tambahnya.

Dalam festival kuliner Mandar ini, dihadirkan beberapa makanan khasnya seperti Bau peapi yaitu makanan dari olahan ikan, kemudian Bau tapi merupakan olahan ikan panggang yang menggunakan ikan seribu, ada juga Loka dianjeroi yaitu olahan pisang yang direbus kemudian digodok bersama santan.

Selain makanan utama, festival kuliner Mandar ini pun juga menghadirkan beberapa kue yang menjadi andalannya, seperti Sokol, yaitu olahan ketan yang dipadukan dengan gula Jawa serta diberi penambahan saus durian, ada juga Gogos, sejenis lemper tetapi di dalamnya lebih menggunakan ikan sebagai aroma khasnya. (uky)
(ftr)