Si Mungil Berkhasiat Super

Liputan6.com, Jakarta: Bentuknya yang mungil, tak membuat khasiatnya minim. Cengkih yang kerap disandingkan dengan cabai, kayu manis, kunyit, dan rempah lainnya dalam meracik bumbu kari, ternyata juga dapat digunakan menyembuhkan ragam penyakit. Apa saja khasiatnya? Berikut uraiannya seperti dilansir Times of India, Senin (7/5).

1. Pereda Stres
Anda mungkin bosan dengan terapi-terapi pereda stres yang menggunakan bahan berbahaya. Untuk itu, tak ada salahnya bila mencoba cara alami yang terbuat dari cengkih. Caranya, didihkanlah air yang dicampur dengan daun kemangi, daun mint, dan cengkih. Kemudian gunakan air tersebut untuk menyeduh teh. Bila Anda suka madu, bisa ditambahkan dalam seduhan minuman tersebut. Secangkir minuman sehat ini bisa bantu meredakan ketegangan pada diri Anda.

2. Sakit Gigi
Terganggu rasanya bila sakit gigi mewarnai hari-hari Anda. Untuk itu, cobalah gunakan cengkih untuk mengurangi rasa sakit dahsyat tersebut. Kandungannya antiseptiknya dapat mengurangi infeksi pada gigi. Caranya, oleskan minyak cengkih pada rongga dalam gigi yang berlubang. Setelah itu, rasakan perubahannya.

3. Gangguan Pencernaan
Cengkih memiliki aliran enzimatik dan meningkatkan fungsi pencernaan. Kandungan zatnya berguna untuk mengatasi iritabilitas lambung dan dispepsia. Menjilati bubuk cengkih goreng yang dicampur dengan madu secara efektif dapat mengendalikan muntah. Tindakan anestesi cengkih juga bisa membantu menangani nyeri perut dan membuat muntah berhenti.

4. Batuk
Mengunyah cengkih yang dicampur dengan garam dapat membantu mengeluarkan dahak Anda. Selain itu, kembang mungil itu juga dapat mengurangi iritasi pada tenggorokan. Mengunyah cengkih yang telah matang bisa menjadi obat efektif bagi batuk Anda.

Nah, luar biasa bukan. Untuk itu, tak ada salahnya bila Anda mencoba manfaat tumbuhan asli Indonesia tersebut.(ALI/ANS)

Kunyit Bisa Sembuhkan Kanker?

Liputan6.com, Leicester: Sebuah senyawa kimia yang ditemukan di dalam masakan kari saat ini tengah diuji kemampuannya mengobati penyakit kanker usus. Curcumin, demikian nama senyawa kimia itu, bisa ditemukan di dalam kunyit yang sejak lama diyakini sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kunyit dapat mematikan sel kanker dan kemungkinan bisa juga mengobati stroke serta demensia.

Kini sebuah rumah sakit di Leicester, Inggris, tengah mencoba untuk memberikan curcumin kepada pasien kanker selain kemoterapi dan pengobatan lainnya. Di Inggris, setiap tahun sekitar 40.000 orang didiagnosa menderita penyakit kanker usus.

Jika penyakit itu sudah menyebar ke seluruh tubuh, pasien biasanya menjalani terapi dengan kombinasi tiga obat kemoterapi, namun sekitar separuh pasien tidak merespon obat tersebut. Sebanyak 40 orang pasien dua rumah sakit di Leicester mengikuti uji coba ini. Dokter akan membandingan efek pemberian curcumin tujuh hari sebelum kemoterapi dilakukan.

Profesor William Steward, pemimpin uji coba ini mengatakan saat diuji coba terhadap hewan, kombinasi kemoterapi dan curcumin terbukti 100 kali lebih menghasilkan efek bagus ketimbang salah satu upaya pengobatan saja. "Saat kanker usus sudah menyebar maka penyakit ini sulit disembuhkan. Sebagian disebabkan karena efek samping kemoterapi membatasi waktu pasien mendapatkan pengobatan," kata Steward.

Prospek curcumin meningkatkan sensitivitas sel kanker terhadap kemoterapi sangat menggembirakan. "Sebab, itu berarti dosis obat yang diberikan akan lebih rendah sehingga pasien akan menderita efek samping yang minim dan bisa mendapatkan pengobatan lebih lama," tambahnya.

Penelitian ini, kata Steward, masih dalam tahap awal. Namun investigasi ini diharapkan pada akhirnya bisa menyediakan jenis obat baru di masa depan. "Dengan melakukan penelitian ini, kami akan mengetahui tentang keuntungan potensial mengkonsumsi curcumin dalam jumlah besar, di samping efek samping yang mungkin dialami para penderita kanker," kata Joanna Reynolds dari Pusat Penelitian Kanker Inggris.(BBC/ADO)