"Ladies Lunch" di Grand Sahid Jaya Hotel

detail berita
Manado Food Promotion (Foto: dok. Sahid)
SEPANJANG Mei, Grand Sahid Jaya Hotel memberikan promo khusus bagi para wanita Jakarta. Promo bertajuk "Ladies Lunch" dari Grand Sahid Jaya Hotel dapat dinikmati di Andrawina All Day Dinning Restaurant setiap Jumat mulai pukul 11.30 WIB-15.00 WIB.

Ladies Lunch diluncurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap wanita. Promo ini sekaligus kampanye sosial dimana Grand Sahid Jaya akan mengajak wanita partisipasi dengan mendonasikan secara sukarela minimal Rp10.000. Hasil dari donasi akan disumbangkan ke Yayasan Kanker Indonesia, diperuntukkan khususnya bagi program Kanker Serviks. Program "Ladies Lunch" akan berakhir pada 25 Mei 2012.

Grand Sahid Jaya juga menyuguhkan promo "Buy 2 Get 1 Free" untuk makan siang seharga Rp175 ribu dan makan malam seharga Rp185 ribu di Andrawina All Day Dinning Restaurant. Promo Menyuguhkan berbagai macam menu, mulai dari appetizer, seperti Caesar salad hingga gado-gado khas Jakarta.

"Bagi Anda penikmat pasta dan pizza, open kitchen kami akan siap menyajikannya untuk Anda. Begitu banyak pilihan menu mulai Western hingga Eastern tersaji lengkap untuk memanjakan lidah Anda," kata Krisdiar Porandito, Public Relations Officer Grand Sahid Jaya Hotel, seperti rilis yang diterima Okezone, baru-baru ini.

Promo lainnya adalah Manado Food Promotion dari Bengawan Solo Indonesian Restaurant. Makanan Manado dengan cita rasa khas masakan yang pedas menambah kenikmatan dalam merasakan sensasi tersendiri bagi pencinta kuliner Indonesia. Adapun menu Manado yang disajikan, adalah sup ikan nila kuah asem, gurame bakar dabu-dabu, ayam turangga, dan cumi woku. Berbeda dengan promo makanan utama dan buffet tersebut, Solo Lounge mempersembahkan Asian Tapas & High Tea Buffet. (ftr)

"Makanan Manado Paling Top!"

INDONESIA memiliki kekayaan kuliner yang mengagumkan, dari rasa, sajian, hingga variasinya. Namun bagi Chef Tamara Rodriquez asal Venezuela, rasa masakan Manado paling jawara.

"Kalau ditanya makanan Indonesia, bagi saya makanan Manado paling top, mulai dari rasanya, bentuk, olahannya ketimbang makanan Indonesia lainnya," katanya kepada Okezone usai acara "Flavors of Venezuela" di Hotel Le Meridien, Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, olahan makanan Manado tidak mengeluarkan aroma tajam. Pasalnya, kebanyakan kulinernya bersifat natural saja.

"Meskipun banyak masakan Manado didominasi rasa pedas, rasa alaminya tetap terasa di mulut, apalagi yang namanya sambal dabu-dabu, buat saya itu alami banget rasanya," lanjutnya.

Dirinya tidak memungkiri bila makanan Indonesia lainnya mempunyai ragam rasa, cara pengolahannya juga cukup unik. Chef Tamara memuji rasa ikan pada kuliner Manado sungguh terasa, meskipun hanya diolah dengan garam dan diproses dengan cara dibakar.

"Buat saya, Manado punya rasa yang beda. Saya tidak tahu dari mana datangnya sehingga bisa enak pas saya makan," ujarnya.

Bahkan, dirinya sedikit terkejut ketika Manado mempunyai makanan ekstrem. Meski demikian, dia mengatakan cukup lezat.

"Saya di Manado juga mencoba paniki, rasanya sangat herbal serta punya aroma yang khas, saya suka makanan itu," tambahnya. "Saya mengatakan selamat buat Indonesia karena punya makanan yang hanya diolah dengan daun pisang dan dibakar atau dikukus, rasanya sangat menakjubkan. Saya baru melihat olahan ini kali pertama di Indonesia," tutupnya.