Kombinasi Rasa Masakan Venezuela

detail berita
Salah satu kuliner Venezuela
KULINER setiap negara memiliki banyak ragam rasa maupun tampilan hingga menjadi ciri khas dan keunggulannya. Masakan Venezuela juga termasuk yang memiliki banyak ragam rasa.

"Makanan di Venezuela tidak terlalu pedas seperti di Indonesia, tetapi kami suka mengkombinasikan banyak rasa dan sedikit manis sehingga berbeda tapi melezatkan," kata Chef Tamara Rodriquez, guest star chef Hotel Le Meridien, kepada Okezone usai acara "Flavors of Venezuela" di Hotel Le Meridien, Sudirman, Jakarta, baru-baru ini.

Selain bermain dengan kombinasi rasa, dirinya menyatakan kalau makanan Venezuela lebih mengutamakan olahan makanan yang cepat. Sebab, kesegaran makanan dicari saat mengonsumsinya.

"Secara umum, segar. Kalau Anda tinggal di daerah tropis, segala sesuatunya segar. Seperti semua tumbuh setiap tahunnya, saat dimakan pun juga masih terasa segar," bebernya.

Menurutnya, kuliner Venezuela didominasi penggunaan bawang putih dan lada. Ada lada yang cenderung memiliki cita rasa manis.

"Orang Indonesia banyak makan makanan pedas, yang rasanya sangat kuat. Sementara, makanan kami enggak begitu pedas, tapi untuk Amerika Latin, makanan dasarnya bawang putih, bawang bombay, lada, dan kita punya lada special, biasanya kita sebut lada manis," tambahnya.

Chef Tamara tidak memungkiri bila rasa pedas pada makanan Venezuela juga ada, hanya saja takarannya lebih sedikit. "Secara keseluruhan, masakan Indonesia lebih pedas karena lebih banyak cabai. Di Venezuela, kita pakai cabai tapi tidak sepedas kalian," tutupnya.
(ftr)

"Makanan Manado Paling Top!"

INDONESIA memiliki kekayaan kuliner yang mengagumkan, dari rasa, sajian, hingga variasinya. Namun bagi Chef Tamara Rodriquez asal Venezuela, rasa masakan Manado paling jawara.

"Kalau ditanya makanan Indonesia, bagi saya makanan Manado paling top, mulai dari rasanya, bentuk, olahannya ketimbang makanan Indonesia lainnya," katanya kepada Okezone usai acara "Flavors of Venezuela" di Hotel Le Meridien, Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, olahan makanan Manado tidak mengeluarkan aroma tajam. Pasalnya, kebanyakan kulinernya bersifat natural saja.

"Meskipun banyak masakan Manado didominasi rasa pedas, rasa alaminya tetap terasa di mulut, apalagi yang namanya sambal dabu-dabu, buat saya itu alami banget rasanya," lanjutnya.

Dirinya tidak memungkiri bila makanan Indonesia lainnya mempunyai ragam rasa, cara pengolahannya juga cukup unik. Chef Tamara memuji rasa ikan pada kuliner Manado sungguh terasa, meskipun hanya diolah dengan garam dan diproses dengan cara dibakar.

"Buat saya, Manado punya rasa yang beda. Saya tidak tahu dari mana datangnya sehingga bisa enak pas saya makan," ujarnya.

Bahkan, dirinya sedikit terkejut ketika Manado mempunyai makanan ekstrem. Meski demikian, dia mengatakan cukup lezat.

"Saya di Manado juga mencoba paniki, rasanya sangat herbal serta punya aroma yang khas, saya suka makanan itu," tambahnya. "Saya mengatakan selamat buat Indonesia karena punya makanan yang hanya diolah dengan daun pisang dan dibakar atau dikukus, rasanya sangat menakjubkan. Saya baru melihat olahan ini kali pertama di Indonesia," tutupnya.