Tomcat Suka Tempat Terang

Liputan6.com, Bogor: Serangga bernama tomcat belakangan seakan menghantui masyarakat karena cairannya dapat membuat kulit gatal hingga melepuh. Beberapa hari terakhir, tomcat terus menyebar di 10 kecamatan di Surabaya, Jawa Timur. kondisi ini membuat masyarakat khawatir.

Menurut pakar serangga Institut Pertanian Bogor (IPB) Aunu Rauf, sebenarnya tomcat adalah serangga sejenis kumbang yang biasa hidup di rumpun padi. Tapi di masa panen, pemangsa hama wereng ini akan mencari habitat baru. Terbang sore hari dan menyukai tempat yang terang seperti lampu.

Aunu Rauf menyarankan untuk tidak memencet serangga ini saat menempel di salah satu anggota tubuh. Bila dipukul, tomcat akan mengeluarkan cairan yang disebut pederin. Tomcat yang nempel diusir dengan cara ditiup agar tidak mengeluarkan cairan yang akan membuat kulit gatal.

Apabila seseorang terkena racun tomcat harus segera dicuci dengan air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga ini. Untuk lebih aman lagi, sebaiknya tutup jendela atau pintu dan redupkan lampu agar tomcat tidak tertarik untuk bersarang di tempat Anda.(JUM)

Kenali Gejala Klinis dari Serangan Tomcat

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Profesor Dokter Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan tentang gejala klinis serangan tomcat. Antara lain, kulit yang terkena biasanya di daerah kulit yang terbuka dalam waktu singkat yang akan terasa panas. Kemudian setelah 24 sampai 48 jam akan muncul gelembung pada kulit dan sekitarnya berwarna merah menyerupai lesi akibat terkena air panas atau luka bakar.

Pada kasus yang jarang terjadi tidak menimbulkan gejala kulit yang berarti. Perlu dipastikan bila tidak ada riwayat terkena bahan kimia atau luka bakar. Kemudian lesi pada mata menyebabkan conjunctivitis atau biasa disebut Naerobi Eye.

Untuk pengobatan, Tjandra menyarankan apabila menemukan serangga ini sebaiknya jangan dipencet agar racunnya tidak mengenai kulit. Kemudian masukkan ke plastik dengan hati-hati lalu buang ke tempat yang aman. Segera beri air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga ini.

Tjandra juga mengatakan demi memastikan serangga ini tidak ada lagi, untuk mencegah bertambahnya lesi di kulit, kompres kulit dengan cairan antiseptik dingin. Apabila sudah timbul lesi seperti luka bakar, untuk pengobatan lanjutan sebaiknya periksa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
HADRIANI P