Backstage Resto Usung Konsep Konser Mini

detail berita
Backstage Resto and Cafe (Foto: Johan Sompotan)
Kata "backstage" identik dengan panggung pertunjukan. Ya, seperti namanya, Backstage Resto and Cafe, desain interior restoran inipun unik.

Berawal pada 2006, restoran ini didirikan oleh beberapa orang dengan latar belakang dunia hiburan. Restoran pun dikonsepkan bak sebuah panggung konser mini.

"Konsep resto ini adalah musik. Berawal dari pekerja musik, kami terpikir untuk bikin kafe. Kami ingin menampilkan sisi entertainment, bukan sebatas penunjang. Hiburan kami ingin lebih dari kafe, makanya kami membuat panggung semacam miniatur konser outdoor," jelas Buce Tenda, salah seorang pemilik Backstage Resto and Cafe, kepada Okezone saat ditemui di kawasan Ancol, Jakarta, baru-baru ini.

Dengan lahan seluas 3400 meter persegi, restoran ini mempunyai dua area, yaitu indoor dan outdoor. Secara keseluruhan, restoran ini bisa menampung hingga 3.000 tamu.

"Kami mendapatkan inspirasi dari para pemilik yang mempunyai latar belakang dunia entertainment; ada yang dari perusahaan rekaman, perusahaan produksi, ada juga promotor. Setelah dipikir, kita selalu ada di belakang panggung dan motor dari event hiburan, maka terbentuklah Backstage," lanjutnya.

Alhasil, tamu yang datang akan dimanjakan dengan menu makanan dan minuman dan berbagai hiburan musik. Menurut Buce, penikmat kuliner datang ke restoran kini tidak hanya ingin mencicipi menu, tapi juga ingin menikmati suasana.

“Para pemain musik kami harus melewati seleksi karena kami benar-benar ingin konsumen menikmati makan sambil mendengarkan musik asyik," imbuhnya.

Meskipun Backstage Resto and Cafe memberikan suasana mini bar, diakui Buce bahwa resto ini tidak menawarkan minuman alkohol. Dia beralasan, kehadiran mini bar sebatas penunjang resto.

Backstage Resto and Cafe mengusung makanan seimbang, yakni kuliner Indonesia dan mancanegara. Pilihan kuliner mancanegara karena cita rasanya mudah diterima banyak tamu. Berbagai menu andalannya, antara lain pattaya (spaghetti asam pedas), sup ikan, sup buntut, tom yum seafood, serta olahan bakar.

"Makanan yang kami tawarkan seimbang, ada makanan dalam negeri dan luar negeri, dengan rasa yang disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia," tutupnya.
(ftr)

Menu Baru Sambut HUT Pertama de Luca

MASAKAN khas Italia selalu menarik untuk dicoba, termasuk menu makan siangnya. Seperti yang dihadirkan de Luca Trattoria & Bar yang terletak di Plaza Senayan.

Menu Italia yang dihadirkan di sini berbeda dengan yang disajikan restoran sejenis karena hidangan yang dapat dipilih pengunjung merupakan masakan rumahan Italia dengan sentuhan cita rasa Indonesia. Untuk menunjang nuansa Italia, dibangun atmosfer yang mampu membawa pengunjung ke dalam suasana khas negara tersebut secara sempurna, yakni lewat pemberian sentuhan klasik yang terlihat dari kursi dan meja makan, termasuk berbagai ornamen yang menghiasi dinding di seluruh bagian ruangan.

Dalam rangka perayaan ulang tahunnya yang pertama pada Mei ini, de Luca menyiapkan menu makan siang khusus untuk memanjakan lidah Anda dengan harga terjangkau. Makanan yang dapat Anda nikmati mulai appetizer berupa sup yang creamy, main course seperti pasta, lasagna, dan roast chicken. Juga, dessert dengan pilihan berbagai cake lembut, semisal tiramisu, chocolate mousse, dan carrot cake.

"Dibandingkan dengan jenis masakan lain yang bergaya Western, makanan Italia saya rasa lebih cocok dengan lidah orang Indonesia. Selain itu, kami pun menghadirkan nuansa yang homey dengan sentuhan interior klasik khas Italia. Hal itu dilakukan untuk membuat betah pengunjung saat datang ke sini," kata Director dan Co-Founder de Luca Christoph Darjanto.

Yang unik, restoran Italia ini berpadu dengan Monolog Coffee yang kental dengan gaya Australia. Keduanya hanya terpisahkan oleh lorong yang dapat dipilih serta digunakan pengunjung untuk menikmati hidangan dari restoran dan kafe tersebut. Jika de Luca kaya hidangan asal Negeri Piza, Monolog Coffee siap memanjakan pengunjung yang ingin menikmati berbagai menu breakfast yang dapat dipesan sepanjang hari.

"Kami terinspirasi oleh kedai kopi di Melbourne, Australia. Monolog selalu identik dengan menu breakfast yang dapat dinikmati sepanjang hari dengan kopi berkualitas. Ini adalah konsep unik yang akan selalu kami pertahankan," ujar Director dan Co-Founder Monolog Coffee Evie Karsoho. (ftr)