Racikan Jeruk Plus Soda Menyegarkan

ES jeruk ataupun air jeruk hangat sudah biasa dan rasanya membosankan. Hilangkan kebosanan dan segarkan tenggorokan Anda dengan minuman jeruk plus soda.

Ya, inilah menu minuman deep blue sea hasil kreasi Backstage Resto and Cafe di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Seperti namanya, minuman ini menonjolkan rasa jeruk.

"Minuman ini dibuat dari sirup kurakao, orange juice, serta air soda. Sirup kurakao sendiri memang menghasilkan aroma kulit jeruk," kata Baim, Wakil Manajer Backstage Resto and Cafe, saat ditemui Okezone di kawasan Ancol, Jakarta Utara, baru-baru ini.

Untuk proses pembuatannya, pemberian orange juice dan air soda dilakukan setelah pemberian es batu dan sirup kurakao dituangkan ke dalam gelas saji. Baim mengatakan, bahan-bahan yang digunakan tidak dicampur atau tidak dikocok (shake), tapi hanya dituangkan satu per satu.

"Ketika dituangkan sirup, berikan es batu untuk menahan air soda dan orange juice, jadi tidak tercampur saat disajikan," lanjutnya.

Ditegaskannya, pemberian es batu tidak boleh pada tahap terakhir sirup dan soda tidak tercampur. Hasilnya, deep blue sea bisa tampil cantik dan menarik. Sementara, pemakaian air soda bertujuan untuk mendapatkan sensasi dingin dari es batu dan untuk menetralisir rasa manis sirup kurakao.

"Yang terpenting dalam membuat minuman ini adalah tahapannya. Bila salah, rasanya akan berubah. Dan untuk memberikan aroma tambahan, kita kasih buah ceri di dalamnya," tutupnya.
(ftr)

Mbah Jingkrak Nyaman dalam Balutan Unik

SUATU restoran tidak cukup menyajikan hidangan dengan cita rasa lezat. Penataan interior juga dapat menjadi daya tarik pengunjung untuk memilih sebuah restoran.

Suasana yang unik dan khas dari suatu daerah sering kali dipilih untuk memberikan rasa nyaman kepada pengunjung. Kini, acara makan tidak hanya untuk memuaskan rasa lapar, terkadang juga menjadi waktu untuk bersosialisasi dengan rekan maupun merekatkan kebersamaan di antara anggota keluarga.

Mbah Jingkrak Setiabudi, misalnya, menghadirkan konsep interior dengan perpaduan Jawa tradisional, Kalimantan, miniatur suasana laut, dan lain-lain yang tentunya unik. Bangunan restoran yang berada di Jalan Setiabudi Tengah No11, Jakarta, ini berupa bangunan rumah.

Sekilas dari luar terkesan sempit, tetapi ketika masuk terus ke dalam, bayangan awal tersebut seketika sirna. Berbagai ruangan seperti kamar tidur, ruang tamu, dan ruang tengah dengan halaman belakang layaknya sebuah rumah tinggal disulap menjadi restoran dengan ciri khas yang berbeda.

Untuk ruang tamu, pengunjung akan langsung disuguhi menu makanan Mbah Jingkrak secara prasmanan (buffet) yang ditata tradisional khas Jawa. Sementara, melangkah ke bagian kamar tidur, disulap menjadi ruang makan yang dihiasi dengan ornamen khas Kalimantan, seperti kain tenun Kalimantan. Ruangan ini sangat cocok untuk tempat meeting atau makan bersama keluarga karena termasuk ruangan privat yang tidak terlihat dari luar.

Adapun di ruang tengah, pengunjung akan disuguhi dengan suasana kental khas Jawa tempo dulu yang terlihat dari meja makan yang terbuat dari kayu, radio tempo dulu, setrika besi berhias ayam jago, dan patung pengantin Jawa. Selain itu, ada koleksi kecap dan rokok produksi asli dari seluruh daerah yang ada di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat koleksi maskot tempat wisata maupun acara olahraga yang banyak menyedot perhatian masyarakat, seperti Piala Dunia.

“Kami sengaja menghadirkan suasana yang nyaman sehingga pengunjung tidak datang hanya untuk makan, tetapi juga bersantai,” tutur Syamlawi, Operasional Manager Mbah Jingkrak Setiabudi.

Sementara di halaman belakang, selain menghadirkan suasana makan serasa di taman, kawasan ini sangat cocok untuk pengunjung anak kecil karena terdapat laut minimalis dengan hiasan roda kemudi kapal laut dan ban renang. Suasana nyaman tersebut semakin diperkuat dengan hiburan keroncong yang dapat dinikmati pengunjung pada malam hari. (ftr)

Backstage Resto Usung Konsep Konser Mini

detail berita
Backstage Resto and Cafe (Foto: Johan Sompotan)
Kata "backstage" identik dengan panggung pertunjukan. Ya, seperti namanya, Backstage Resto and Cafe, desain interior restoran inipun unik.

Berawal pada 2006, restoran ini didirikan oleh beberapa orang dengan latar belakang dunia hiburan. Restoran pun dikonsepkan bak sebuah panggung konser mini.

"Konsep resto ini adalah musik. Berawal dari pekerja musik, kami terpikir untuk bikin kafe. Kami ingin menampilkan sisi entertainment, bukan sebatas penunjang. Hiburan kami ingin lebih dari kafe, makanya kami membuat panggung semacam miniatur konser outdoor," jelas Buce Tenda, salah seorang pemilik Backstage Resto and Cafe, kepada Okezone saat ditemui di kawasan Ancol, Jakarta, baru-baru ini.

Dengan lahan seluas 3400 meter persegi, restoran ini mempunyai dua area, yaitu indoor dan outdoor. Secara keseluruhan, restoran ini bisa menampung hingga 3.000 tamu.

"Kami mendapatkan inspirasi dari para pemilik yang mempunyai latar belakang dunia entertainment; ada yang dari perusahaan rekaman, perusahaan produksi, ada juga promotor. Setelah dipikir, kita selalu ada di belakang panggung dan motor dari event hiburan, maka terbentuklah Backstage," lanjutnya.

Alhasil, tamu yang datang akan dimanjakan dengan menu makanan dan minuman dan berbagai hiburan musik. Menurut Buce, penikmat kuliner datang ke restoran kini tidak hanya ingin mencicipi menu, tapi juga ingin menikmati suasana.

“Para pemain musik kami harus melewati seleksi karena kami benar-benar ingin konsumen menikmati makan sambil mendengarkan musik asyik," imbuhnya.

Meskipun Backstage Resto and Cafe memberikan suasana mini bar, diakui Buce bahwa resto ini tidak menawarkan minuman alkohol. Dia beralasan, kehadiran mini bar sebatas penunjang resto.

Backstage Resto and Cafe mengusung makanan seimbang, yakni kuliner Indonesia dan mancanegara. Pilihan kuliner mancanegara karena cita rasanya mudah diterima banyak tamu. Berbagai menu andalannya, antara lain pattaya (spaghetti asam pedas), sup ikan, sup buntut, tom yum seafood, serta olahan bakar.

"Makanan yang kami tawarkan seimbang, ada makanan dalam negeri dan luar negeri, dengan rasa yang disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia," tutupnya.
(ftr)

Illuminare Ristorante e Bar Siap Curi Hati Pencinta Fusion

BANYAK restoran baru mulai berjamuran di Jakarta demi memuaskan keinginan pencinta kuliner. Hadir Illuminare Ristorante e Bar yang merupakan impian sang pemilik.

Resto yang mengedepankan citarasa Italia ini merupakan impian sang pemilik, yaitu Karel Billion, sejak lama. Dia mengaku sangat suka dengan dunia kuliner.

Ide membuat resto muncul seusai Karel menimba ilmu masak di Prancis, tepatnya di Le Cordon Bleu. Metode masak yang digunakan mengikuti gaya Prancis tanpa mengubah citarasa Italia, dengan makanan yang diolah adalah hasil kreasinya sendiri.

"Nama Illuminare kita ambil dari bahasa Latin yang berarti 'menyinari' karena kita berharap agar resto ini bisa menjadi cahaya dan mencuri hati para konsumen dengan makanan yang kami sajikan," jelas Karel Billion, pemilik Illuminare Ristorante e Bar pada pembukaan resto di kawasan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan, Jumat (8/6/2012).

Menurutnya, meskipun memakai gaya memasak Prancis, dirinya tetap mengkombinasikan rasa sesuai lidah masyarakat Indonesia. "Penyesuaian rasa juga saya lakukan karena orang Indonesia lebih suka manis, tapi Italia lebih ke asam. Banyak menu yang saya padukan dengan Prancis dan Italia, tapi semua menu saya ciptakan sendiri," lanjutnya.

Salah satu dimaksud, misalnya carbonara smoked salmon, yang tidak menggunakan krim tapi kuning telur agar lebih creamy dipadukan dengan smoked salmon yang rasanya agak asin. Hasilnya adalah sebuah rasa baru alias fusion, bahkan ada juga dessert berupa volcano tropico, yang menghadirkan sensasi cokelat sampai sentuhan terakhir juga rasa mint. Selain itu, ada juga olahan pizza yang terdapat 14 varian, mulai dari pasto pizza, seafood meat pizza, lamb pizza, dan lainnya.

Bicara konsep resto, dia menginginkan konsumen merasakan sensasi berada di rumahnya sendiri. "Resto ini saya buat dengan konsep rumahan karena saya pengen para konsumen makan di sini berasa seperti di rumah. Di sini juga ada meeting room, kalau mau makan ada dining room, kalau mau minum ada bar, ada juga mini lounge," lanjutnya.

Untuk minuman, banyak ragam yang tersedia. Ada Illuminare signature, mocktail yang rasanya lebih condong ke asam dengan penggunaan buah-buahan segar. Harga makanan dan minuman dibanderol mulai Rp50 ribu hingga Rp205 ribu sedangkan signature menu mulai Rp60 ribu hingga Rp600 ribu. (ftr)

Menu Sehat ala Vietnam

MASAKAN Vietnam dikenal kaya akan rempah. Selain itu, jenis masakan ini juga kerap dibuat dengan mengutamakan sisi kesehatan.

Makanan khas Vietnam mungkin sudah tidak asing di lidah masyarakat Indonesia. Sebab, bisa dibilang rasanya hampir mirip dengan masakan China. Walaupun begitu, tidak banyak restoran Vietnam yang mampu bertahan lama.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat pengelola Madame Ching. Restoran Vietnam yang berlokasi di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, ini mampu bertahan dengan menyajikan aneka makanan herbal yang lezat dan orisinal.

Madame Ching beroperasi sejak Agustus tahun lalu. Awalnya, sang pemilik restoran, Ivana Sumampauw, telah lebih dulu membuka restoran Cali Deli. Kalau Cali Deli fokus pada penyajian menu sandwich ala Vietnam, Madame Ching memilih berkutat pada bahan baku mi atau dalam bahasa Vietnam disebut pho.

"Di Indonesia makanan yang lain sudah banyak. Saya juga senang ke Vietnam," kata Ivana, membuka pembicaraan. "Banyak customer di Cali Deli yang meminta saya untuk menyajikan pho. Dukungan dari customer inilah yang akhirnya memotivasi saya membuka Madame Ching," tambah perempuan yang akrab dipanggil Ching Ching itu.

Walaupun Madame Ching masih terbilang baru, namun sudah banyak pengunjung yang datang untuk menikmati makanan yang semuanya dibuat berdasarkan resep yang diracik sendiri oleh Ivana. Ya, Ivana memang tidak memakai koki khusus untuk mengolah menu-menu yang ada di restorannya. Dia memilih mengajarkan ilmu memasaknya kepada karyawan yang dididik seperti anak sendiri. Dijamin, rasanya tidak akan jauh berbeda.

Kalau Anda berkunjung ke Madame Ching, jangan lupa memesan menu yang menjadi andalan restoran ini. Di antaranya dry green noodle, beef rice noodlesoup atau dikenal dengan namapho bo, dan fresh spring roll. Beef rice noodle soup atau pho bo dibuat dalam porsi yang cukup besar dan disajikan dengan sayuran secara terpisah.

Mi yang terbuat dari beras ini dimasak dengan cara-cara yang pas. Jadi, tidak terlalu lembek ataupun keras, melainkan lebih kenyal sehingga ketika dikunyah dalam waktu yang agak lama pun akan tetap terasa yummy. Kuahnya berwarna hitam kecokelatan dan mengandung banyak minyak yang berasal dari kaldunya. Rasa asin beef rice noodle soup berasal dari kecap ikan sehingga berbeda dengan rasa asin garam.

"Makanan khas Vietnam memang identik dengan penggunaan kecap ikan. Jadi, mereka tidak pakai garam untuk makanan," ujar Ivana.

Saat ingin menikmati makanan ini, Anda disarankan untuk memasukkan semua sayuran yang disajikan terpisah tadi. Sayurannya terdiri atas bawang bombai, taoge, daun bawang, cabai jawa, daun seledri, jeruk nipis, dan daun basil. Lalu ada dry green noodle, yakni mi hijau dari rebusan sayuran pok cayTaiwan yang dicampur dengan taoge, ayam, udang, bakso ikan, dan sawi.

Dry green noodle disajikan terpisah dengan kuahnya. Cara menikmatinya terserah Anda, bisa disantap dengan menuang kuah ke dalam mi ataupun tidak. Kalau tidak suka makanan yang terlalu berat, Anda bisa memesan fresh spring roll yang penyajiannya tidak digoreng.

Fresh spring roll ini ada dua macam,yang isinya udang dan yang berisi crabstick. Penyajiannya dikombinasikan dengan lettuce cilantro dan sayuran lain. Sebelum menyantapnya dalam satu gigitan besar, celupkan dulu ke dalam saus yang dibuat dari kecap ikan serta bawang putih. Rasanya nikmat sekali. Sayurannya juga segar. Kulit lumpia yang tebal dan kenyal ditambah sausnya yang pas.

"Bahan-bahannya sebagian besar saya impor dari Hanoi. Seperti kulit lumpia untuk fresh spring roll. Kualitasnya beda dan lebih tebal dibandingkan dengan yang ada di sini. Tiap jualan, saya sangat menjaga mutu dan kualitasnya. Saya tidak mau pakai bahan-bahan chemical, jadi harus benar-benar sehat," ungkap Ivana, yang sudah memulai usaha kuliner sejak hampir 30 tahun lalu.

Kalau sudah selesai menyantap menu makanan yang sehat dan lezat ini, tidak ada salahnya untuk memesan minuman yang juga jadi andalan Madame Ching, yaitu vietnam dripped coffee. Rasanya seperti kopi luwak dan karena kopi ini dicampur susu kental, jadi tidak terasa bubuk kopinya. Yang juga menjadi nilai plus, rasa kopinya tidak terlalu manis. (ftr)

Chatterbox Manjakan Konsumen Lewat Olahan Steak Terbaru

INGIN memuaskan konsumen, chatterbox kembali menghadirkan menu terbarunya yaitu olahan steak terbarunya.

Septiana Adinda selaku Sales Coorporate chatterbox mengaku bila varian steak yang dikeluarkannya ini ingin mendekatkan konsumen kalau pihaknya memiliki olahan steak yang special.

"Kenapa kita pilih steak for you? karena selama ini kita selalu mengangkat ikan tetapi orang kurang aware sama steak di chatterbox, makanya kita pengen mendekatkan konsumen dengan olahan steak yang kita punya sekalian kita menampilkan dua varian steak terbaru, kita juga mengangkat top sirloin, daging yang kita persembahkan adalah daging yang fresh, kita juga olahan daging ayam yang kita buat menjadi steak juga," jelasnya kepada Okezone di Chatterbox di Plaza Indonesia, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2012).

Dua varian terbarunya itu adalah grilled blackpapper chicken dan NY cut sirloin steak serta free mix green salad, Septiana juga menjelaskan bila kedua steak ini diberikan beberapa pilihan saus agar saat dikonsumsi aromanya lebih terasa.

"Sausnya itu barbeque dan blackpapper, kita juga memberikan sayuran agar saat dikonsumsinya pun ada faktor sehat yang masuk dalam tubuh konsumen, yaitu brokoli dan wortel yang diolah dengan cara direbus saja," lanjutnya.

Agar konsumen lebih terpuaskannya lagi, ukuran daging yang disajikan pun terbilang cukup besar, yaitu 320 gram dimana bentuk standartnya adalah 280 gram.

"Karena kita memang pengen mendekatkan steak yang kita punya ke konsumen makanya untuk ukuran porsinya cukup besar, bagi kami kita melihat rata-rata 320 gram itu sudah bentuk regular dan cukup mengenyangkan dan standartnya 280 gram, steak yang disajikan 320 gram cukup memuaskan," bebernya lagi.

Untuk proses pengolahannya, daging sapi yang dipilih adalah daging import dari Australia terlebih saat dipanggangnya pun dipilih tingkat kematangan medium karena baginya tidak ingin menghilangkan juicy dari daging sapinya.

"lebih ke medium karena saat dipanggang kita memang pengen bentuk dagingnya medium dan itu paling bagus untuk steak, semua disesuaikan sama orang Indonesia, daging yang digunakan adalah berkualitas premium," paparnya.

Untuk merasakan kenikmatan dua varian ini, Anda cukup merogoh kocek dari Rp40 ribu hingga Rp102 ribu, tak hanya itu saja Anda pun tak usah menunggu terlalu lama ketika memesan makanan di chatterbox sebab pihaknya menjamin 30 menit adalah waktu yang pas untuk bisa dinikmati konsumen.
(ftr)

Santap Sedap dalam Uniknya The Container Grill

Jika biasanya kontainer digunakan untuk barang-barang kargo, tak demikian dengan kontainer yang satu ini. The Container Grill mewujudkan kontainer dalam bentuk Bar & Resto yang cantik dan nyaman.

Aneka sajiannya pun bervariasi dan menggoda selera. Bertempat di kawasan Serpong Paramount Rodeo, Tangerang, tepatnya di bundaran Serpong Paramount, bar & resto ini mudah dikunjungi. Lokasinya cukup strategis, didampingi beberapa tempat bisnis seperti Aston Hotel, Summarecon Mall Serpong (SMS) 1 dan SMS 2, dan beberapa perkantoran serta kawasan bisnis yang berkembang pesat.

The Container Grill menawarkan konsep unik, suasana yang berbeda dari bar dan resto lain. Empat unit kontainer disulap menjadi dinning area yang menarik. Kenyamanan tempat dan keramahan crew yang ada dapat dirasakan pengunjung yang datang begitu memasuki area tersebut. Menu-menu yang disajikan mampu membuat tamu yang datang menikmati sajian dengan nilai yang berbeda, baik menu-menu western maupun tradisional nusantara.

Semua mampu menjawab kebutuhan pencinta kuliner akan sajian lezat di suasana yang istimewa. Menu western diwakili oleh beberapa menu di antaranya berupa aneka grilled. Sebut saja Grilled Sirloin dan Grilled Rib Eye. Keduanya merupakan menu steak berbahan daging impor berkualitas baik, diolah dengan cara pemasakan yang ideal.

Terdapat pilihan cara pemasakan antara lain rare, medium dan well done yang disajikan dengan pilihan saus teriyaki, mushroom gravy, black pepper gravy, BBQ, reduced balsamic. Juga berbagai pilihan side dish di antaranya french fries, cream of spinach, saut©ed mushroom, mac & cheese, mashed potato, saut©ed potatoes, creamy sweet corn, mixes griiled vegetable, egg, coleslaw, baked beans.

Semuanya begitu menggoda untuk dicoba. Di samping aneka grilled, ada juga ragam menu burger. Sloopy Burger misalnya, adalah menu burger unggulan dari The Container Grill yang disajikan dengan topped with meat sauce dan cheese sauce. Lantas, bisa juga mencicip Royale Burger yaitu burger klasik dengan topped with sunny side up egg, bacon (beef).

Nikmati juga macam-macam menu hot dog seperti Mack and Cheese Dog, hot dog yang disajikan dengan creamycheesy Mac & Cheese nan lembut dan lezat. Segarnya salad juga bisa dinikmati di sini, misalnya fruit salad. Bersantap kian sempurna dengan hidangan penutup fruit salad serta rupa-rupa dessert seperti Chocolat© Lava/Brownies.

The Container Grill pun menyajikan berbagai minuman unik dan menyegarkan, seperti aneka Mocktails seperti TCG Lemonade, TCG Fruit Punch atau Shirley Temple, serta aneka Cocktails tersedia dengan pilihan Cape Cod, Irish Coff ee, Screwdriver, Margarita, TCG Island dan masih banyak lagi. Di The Container Grill, pengunjung juga bisa mengakses internet, menikmati fasilitas hot spot yang tersedia. Masih ada lagi, tujuh jaringan TV satelit sebagai sarana hiburan sekaligus penambah wawasan pelanggan The Container Grill.
(ftr)

Menu Sunda Berbasis Bakaran

MASAKAN Sunda selalu mengundang selera, termasuk olahan dengan konsep serba-bakar-bakaran, baik aneka jenis ikan laut maupun bahan lainnya. Apalagi acara bersantap ini semakin nikmat dengan ritual makan yang dilakukan bersama-sama.

Makanan Sunda memang dikenal dengan bumbunya yang kaya sehingga menciptakan cita rasa mumpuni. Di kedai makan Pak Chi Met, misalnya, terdapat aneka jenis ikan laut dengan sentuhan marinet bumbu khas Sunda.

Keistimewaannya merebak setelah semua bahan baku dipanggang di atas api. Bukan hanya ikan-ikanan yang memberikan sensasi kelezatan, juga cumi dan udang. Rahasia kelezatannya adalah taburan ketumbar. Rempah ini mendominasi pada setiap makanan yang dihidangkan.

Pemilihan ketumbar sebagai bahan utama setiap masakan di restoran ini karena bumbu dapur ini memiliki rasa yang memikat selera. Selain itu, sesuai nama restoran ini, nama Pak Chi Met diambil dari bahasa Thailand yang maknanya ketumbar. Rasa ketumbar inilah yang membedakan racikan makanan menjadi berbeda daripada biasanya.

Hidangan khas Sunda yang paling difavoritkan tempat ini adalah nasi ulam ikan. Sebetulnya, makanan ini lebih dulu populer di Bali. Namun, beda dengan genre Sunda, Pa Chi Met mengentalkan ritual melahap dengan tiga suguhan sambal pedasnya. Ada sambal dabu-dabu, sambal kecap cabe, dan sambal terasi mangga muda.

Kekuatan sambal inilah yang membuat nasi ulam ikan di restoran ini menjadi lebih nikmat. Namun, untuk lebih menyempurnakan sebuah cita rasa sebuah makanan, tempat ini memperkuatnya dengan racikan salad oil yang terasa lebih segar dan menggoda selera.

"Nasi ulam menjadi salah satu signature menu kami. Sejak 2003, sambal tersebut menjadi ciri khas hidangan genre Sunda yang kami buat dengan basis bakar-bakaran," kata koki Pa Chi Met, Henry Firmansyah.

Jenis ikan yang biasa dipesan adalah kuwe atau bawal karena tekstur dagingnya kenyal dan empuk. Rasanya pun sangat lezat. Tidak sebatas itu, Anda juga bisa memilih ikan lainnya, seperti ikan ayam-ayam, hiu, kuwe lilin, pari, kakap, gurame, dan nila.

"Semua basis ikan-ikanan yang menjadi ciri khas kami,biasanya mengambil turunan ikan yang unik dan rasanya berbeda daripada biasanya. Misalnya untuk ikan ayam-ayaman, rasanya sangat mirip dengan daging ayam. Ada pula menu goreng gurame yang digoreng menggunakan tepung beras hingga teksturnya sangat crispy," kata Henry.

Sementara bagi mereka yang tidak suka ikan, bisa menggantinya dengan ayam. Bumbu yang dibubuhkannya pun tidak berbeda jauh. Anda juga bisa melengkapi makanan ini dengan lalapan segar sebagai khas Sunda.
"Untuk lalapan, kami memberi kol, kemangi, mentimun, dan labu siam. Sajian ini lebih enak saat panas," sebutnya.

Olahan lain berbasis bakar-bakaran yang bisa dinikmati adalah cumi dan udang. Hidangan ini mengandalkan bumbu rempah, seperti bawang putih, bawang merah, minyak wijen, kecap Inggris, dan saus tiram. Setiap tusuk cumi bakar bisa dihidangkan dengan cara ditusuk bambu.Istimewanya, cumi ini terasa renyah.

Menu unggulan lain yang tak kalah populer adalah udang bakar. Tempat ini memilih udang windu untuk memanjakan para pencinta kuliner. Sajiannya semakin lengkap dengan lumuran bumbu marinet dan kecap. Hasilnya, Anda patut mencoba dan akan ketagihan. Sensasinya juga lebih nikmat dengan mencampur sambal ala restoran ini. (ftr)

Menikmati Steak Tanpa Rasa Bersalah Saat Diet

MEMILIKI berat badan ideal, tentu menjadi impian semua orang. Karena itu banyak orang yang melakukan berbagai hal untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Caranya bisa dengan melakukan berbagai olahraga sampai diet ketat supaya mendapatkan tubuh proporsional. Ketika diet, sering kali banyak jenis makanan yang sengaja dihindari, terutama daging merah. Itu karena kandungan lemak dari daging merah dapat mengganggu rencana diet tersebut. Padahal, olahan daging merah, seperti steak, tetap dapat dinikmati. Tentu dengan porsi dan kombinasi campuran bahan makanan lain yang harus disesuaikan.

Karena itu, kita dapat memuaskan hasrat menikmati kuliner, seperti steak, tanpa rasa bersalah dengan program diet yang kita jalani. Fashion Pasta dapat menjadi pilihan karena menawarkan hidangan menu steak yang lengkap untuk pengunjung yang tengah mengikuti program diet. Restoran yang terletak di Citywalk 1st floor unit 5 Jalan KH Mansyur, Jakarta ini sengaja meluncurkan menu dengan tema healthy diet steak dengan berbagai pilihan.

Bagian daging sapi yang dimasak dengan cara dipanggang tersebut sama dengan steak yang biasa kita santap, seperti sirloin, tenderloin, t-bone, dan rib eye. Selain itu, ada pula chicken steak, gindara fillet, snapper fillet, dan mixed steak yang merupakan gabungan dari sirloin steak, tenderloin steak, chicken steak, dan snapper fish fillet. Adapun perbedaannya terletak pada variasi sayuran yang digunakan sebagai sajian pendamping steak, yaitu mashed potatoes, baked potatoes, atau fried potatoes dan beberapa sayuran yang dimasak.

Kali ini akan dihidangkan dengan jenis lain, yaitu sayuran dan buah-buahan organik yang segar, seperti jagung, jamur, dan berbagai bahan untuk membuat salad, serta ditambah black pepper yang berfungsi menghambat sel kanker dengan kandungan senyawa piperine dari bumbu dapur tersebut.

Untuk sausnya, selain tetap dapat memilih saus barbekyu yang kaya rasa, jika ingin mengoptimalkan program penurunan berat badan dan menjaga kesehatan, beberapa steak dihadirkan dengan lemon butter sauce yang menggoda selera lewat rasa asam dari lemon sebagai bahan utama pembuatan saus ini.

"Kami menghadirkan menu healthy diet steak, santapan favorit anak muda dengan cita rasa yang penuh gizi dan manfaat karena sama sekali tanpa mengandung MSG. Semua bahan yang digunakan, mulai daging, sayuran, sampai dengan bumbunya organik juga fresh saat dimasak," sebut Rustandi, Manager Fashion Pasta Citywalk Sudirman.

Untuk bahan dasar membuat masakan khas Barat tersebut, Fashion Pasta menggunakan daging sapi impor dan lokal yang telah terjaga kualitasnya. Harga berbagai steak tersebut mulai Rp55.000 hingga Rp125.000 per porsi. (ftr)

Makan, Minum, Karaoke

RESTORAN ataupun kafe kini bukan lagi sekadar tempat untuk menyantap makanan dan minuman. Banyak pelaku bisnis food and beverage yang memikirkan secara matang konsep dan atmosfer tempat usaha mereka.

Tak heran, restoran dengan konsep unik lantas menjamur, termasuk yang menggabungkannya dengan tempat hiburan seperti karaoke ataupun wine house. Inilah yang coba ditawarkan oleh Fourties yang terletak di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Di sini, Anda tak hanya bisa makan makanan lokal maupun Western, tapi juga meneguk wine sekaligus berkaraoke. Ya, Fourties memang dikonsepkan untuk tiga "area" tersebut. "Fourties bisa dibilang one stop entertainment. Di sini ada restoran, wine house, dan karaoke TV (KTV). Jadi, pengunjung tak harus beranjak ke tempat lain untuk menikmati ketiga hal tersebut," kata Direktur Fourties Resto, Wine House & KTV Hendra Dermawan.

Dengan menyasar target konsumen dari kalangan profesional muda, Fourties Resto menawarkan banyak varian menu, Nusantara maupun Barat. Bila ditinjau komposisinya, kata Hendra, perbandingan menu lokal dan mancanegara adalah 70:30. "Yang menjadi andalan antara lain nasi goreng wagyu. Sesuai namanya, pada nasi goreng ini terdapat irisan daging wagyu," imbuh Hendra. Sementara dari ranah kuliner Western, yang jadi unggulan adalah wagyu steak.

Dagingnya didatangkan dari Australia. Menu lokal lain yang ditawarkan seperti lontong medan, soto betawi, sup buntut, nasi goreng ikan asin, asinan betawi, lumpia, dan tahu telur. Ada juga menu breakfast yang sangat rumahan, seperti lontong sayur dan bubur ayam. "Dari daftar menu Western, kami menawarkan menu sarapan salah satunya omelet.Kami menyediakan menu untuk sarapan ini dari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB," ujar Hendra. Adapun koleksi winedi Fourties berasal dari berbagai negara di dunia seperti Australia, Cile, dan Prancis.

Tercatat ada 40 merek wine dijual di tempat ini. Tak hanya bisa dinikmati di sini, wine juga bisa dibeli dan dibawa pulang oleh konsumen layaknya berbelanja di supermarket. Wine house ini memiliki dekorasi yang cukup mewah. Sofa empuk dan besar, plus elemen hiasan berupa kelambu ataupun kain dekoratif ikut menambah kenyamanan tempat ini.

Setelah kenyang makan atau puas meneguk wine, Anda bisa beralih ke lantai dua yang berisi ruang-ruang karaoke.Tersedia tiga tipe ruang di sini, yaitu small yang memiliki kapasitas 6-8 orang, medium untuk 10-14 orang, dan large yang sanggup menampung 15-20 orang. Masing-masing ruang dibanderol dengan tarif Rp150.000, Rp250.000, dan Rp350.000 per jam (tty)

Menu Baru Sambut HUT Pertama de Luca

MASAKAN khas Italia selalu menarik untuk dicoba, termasuk menu makan siangnya. Seperti yang dihadirkan de Luca Trattoria & Bar yang terletak di Plaza Senayan.

Menu Italia yang dihadirkan di sini berbeda dengan yang disajikan restoran sejenis karena hidangan yang dapat dipilih pengunjung merupakan masakan rumahan Italia dengan sentuhan cita rasa Indonesia. Untuk menunjang nuansa Italia, dibangun atmosfer yang mampu membawa pengunjung ke dalam suasana khas negara tersebut secara sempurna, yakni lewat pemberian sentuhan klasik yang terlihat dari kursi dan meja makan, termasuk berbagai ornamen yang menghiasi dinding di seluruh bagian ruangan.

Dalam rangka perayaan ulang tahunnya yang pertama pada Mei ini, de Luca menyiapkan menu makan siang khusus untuk memanjakan lidah Anda dengan harga terjangkau. Makanan yang dapat Anda nikmati mulai appetizer berupa sup yang creamy, main course seperti pasta, lasagna, dan roast chicken. Juga, dessert dengan pilihan berbagai cake lembut, semisal tiramisu, chocolate mousse, dan carrot cake.

"Dibandingkan dengan jenis masakan lain yang bergaya Western, makanan Italia saya rasa lebih cocok dengan lidah orang Indonesia. Selain itu, kami pun menghadirkan nuansa yang homey dengan sentuhan interior klasik khas Italia. Hal itu dilakukan untuk membuat betah pengunjung saat datang ke sini," kata Director dan Co-Founder de Luca Christoph Darjanto.

Yang unik, restoran Italia ini berpadu dengan Monolog Coffee yang kental dengan gaya Australia. Keduanya hanya terpisahkan oleh lorong yang dapat dipilih serta digunakan pengunjung untuk menikmati hidangan dari restoran dan kafe tersebut. Jika de Luca kaya hidangan asal Negeri Piza, Monolog Coffee siap memanjakan pengunjung yang ingin menikmati berbagai menu breakfast yang dapat dipesan sepanjang hari.

"Kami terinspirasi oleh kedai kopi di Melbourne, Australia. Monolog selalu identik dengan menu breakfast yang dapat dinikmati sepanjang hari dengan kopi berkualitas. Ini adalah konsep unik yang akan selalu kami pertahankan," ujar Director dan Co-Founder Monolog Coffee Evie Karsoho. (ftr)

Steak Renyah ala Pancious Pancakes

Johan Sompotan - Okezone
detail berita
(Foto:Johan Sompotan)
BOSAN mengonsumsi steak daging sapi yang rasanya cenderung itu-itu saja? Tampaknya, kini sudah saatnya Anda mencoba nikmatnya olahan daging sapi di Pancious Pancakes.

Steak yang ditawarkan Pancious Pancakes memang menggunakan daging sapi tenderloin. Namun, Marketing Manager Pancious Pancakes Laksmi Paramitha, menegaskan bahwa menu beef and creamy mushroom parmigiana style resto ini bakal hadir sebagai santapan lezat.

"Meskipun daging sapi yang kita gunakan masuk dalam kategori steak, namun daging tenderloinnya kita olah bukan dibuat steak. Kita olah dengan proses digoreng sehingga saat dimakan, dagingnya tetap terasa matang," jelasnya ketika ditemui okezone saat dihubungi Selasa (27/3/2012).

Dijelaskannya lagi jika pihaknya lebih memilih daging sapi tenderloin karena bagian ini cenderung lebih empuk daripada daging sapi bagian lainnya. Bila menggunakan daging sapi sirloin, tambahnya, bagian ini terlalu banyak lemak.

Dalam proses pengolahannya, daging dalam potongan yang tipis diberi tepung roti lalu digoreng sehingga dihasilkan steak yang renyah sebelum akhirnya disiram saus. Untuk menambah rasa beef and creamy mushroom parmigiana style, diberikan pula jamur, keju parmesan, serta kentang.

"Kita pilih jamur karena merupakan favorit semua orang. Jamurnya kita tumis dulu, tapi tidak terlalu lama, baru diberi garam, merica, serta daging tenderloin. Setelah matang, kita kasih keju yang dibakar agar kejunya meated," tutupnya.
(ftr)