Mbah Jingkrak Nyaman dalam Balutan Unik

SUATU restoran tidak cukup menyajikan hidangan dengan cita rasa lezat. Penataan interior juga dapat menjadi daya tarik pengunjung untuk memilih sebuah restoran.

Suasana yang unik dan khas dari suatu daerah sering kali dipilih untuk memberikan rasa nyaman kepada pengunjung. Kini, acara makan tidak hanya untuk memuaskan rasa lapar, terkadang juga menjadi waktu untuk bersosialisasi dengan rekan maupun merekatkan kebersamaan di antara anggota keluarga.

Mbah Jingkrak Setiabudi, misalnya, menghadirkan konsep interior dengan perpaduan Jawa tradisional, Kalimantan, miniatur suasana laut, dan lain-lain yang tentunya unik. Bangunan restoran yang berada di Jalan Setiabudi Tengah No11, Jakarta, ini berupa bangunan rumah.

Sekilas dari luar terkesan sempit, tetapi ketika masuk terus ke dalam, bayangan awal tersebut seketika sirna. Berbagai ruangan seperti kamar tidur, ruang tamu, dan ruang tengah dengan halaman belakang layaknya sebuah rumah tinggal disulap menjadi restoran dengan ciri khas yang berbeda.

Untuk ruang tamu, pengunjung akan langsung disuguhi menu makanan Mbah Jingkrak secara prasmanan (buffet) yang ditata tradisional khas Jawa. Sementara, melangkah ke bagian kamar tidur, disulap menjadi ruang makan yang dihiasi dengan ornamen khas Kalimantan, seperti kain tenun Kalimantan. Ruangan ini sangat cocok untuk tempat meeting atau makan bersama keluarga karena termasuk ruangan privat yang tidak terlihat dari luar.

Adapun di ruang tengah, pengunjung akan disuguhi dengan suasana kental khas Jawa tempo dulu yang terlihat dari meja makan yang terbuat dari kayu, radio tempo dulu, setrika besi berhias ayam jago, dan patung pengantin Jawa. Selain itu, ada koleksi kecap dan rokok produksi asli dari seluruh daerah yang ada di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat koleksi maskot tempat wisata maupun acara olahraga yang banyak menyedot perhatian masyarakat, seperti Piala Dunia.

“Kami sengaja menghadirkan suasana yang nyaman sehingga pengunjung tidak datang hanya untuk makan, tetapi juga bersantai,” tutur Syamlawi, Operasional Manager Mbah Jingkrak Setiabudi.

Sementara di halaman belakang, selain menghadirkan suasana makan serasa di taman, kawasan ini sangat cocok untuk pengunjung anak kecil karena terdapat laut minimalis dengan hiasan roda kemudi kapal laut dan ban renang. Suasana nyaman tersebut semakin diperkuat dengan hiburan keroncong yang dapat dinikmati pengunjung pada malam hari. (ftr)

Pedasnya Mbah Jingkrak Bikin Ketagihan

MASAKAN khas Jawa selalu terkenal dengan rasa manisnya, tetapi untuk Anda yang ingin mencicipi masakan Jawa dengan rasa yang pedas luar biasa, Mbah Jingkrak Setiabudi tentunya dapat menjadi pilihan.
Meskipun Mbah Jingkrak Setiabudi mengambil konsep kuliner khas Jawa, namun rasa yang dihadirkan berbeda dari masakan Jawa yang sering Anda temui. Berbagai menu andalan dari resto yang terletak di Jalan Setiabudi Tengah No 11 Jakarta Selatan ini, di antaranya berbagai menu dengan cita rasa pedas. Lebih uniknya lagi, nama-nama dari menu makanan andalan tersebut bernuansa horor, seperti Ayam Rambut Setan, Ayam Grandong, Tempe Setan, Daging Setan, Sambal Iblis, termasuk untuk minuman tak luput dari nuansa menyeramkan, yaitu Es Kolor Ijo, Es Demit, Es Jenglot, dan Es Pocong.

Menu Ayam Rambut Setan paling banyak dipilih pengunjung yang menyambangi Mbah Jingkrak Setiabudi. Dengan rasa ayamnya yang nendang pedasnya, berasal dari cabai rawit merah yang diiris dan diulek. Untuk mendinginkan rasa pedasnya, Anda dapat memesan Es Kolor Ijo. Meskipun terkesan menakutkan, tetapi rasanya begitu menyegarkan dan tentunya dapat menghilangkan rasa pedas dari Ayam Rambut Setan. Es Kolor Ijo ini terdiri atas campuran kelapa muda, tapai ketan, dawet, dan selasih dengan warna hijau alami yang menawan.

Tempe mendoan dan mi godog jawa adalah menu lainnya yang patut Anda coba. Soalnya tempe mendoan ini tempenya asli didatangkan dari Cilacap. Sementara untuk mi godog jawa baru bisa dipesan pada malam hari, sesuai dengan kebiasaan orang Jawa yang menikmati mi godog pada malam hari.

"Masakan yang diusung memang khas Jawa Tengah, tetapi agak ke arah timur, yaitu dekat dengan Jawa Timur. Masakan di daerah tersebut rasanya tidak terlalu manis, tetapi hampir pedas. Hal itu dipilih karena disesuaikan dengan lidah semua pengunjung," kata Syamlawi, Operasional Manager Mbah Jingkrak Setiabudi.

Pemberian nama makanan dan minuman yang terkesan angker memang sengaja dipilih supaya pengunjung gampang mengingat dan penasaran untuk mencoba berbagai menu tersebut. Untuk Anda yang peduli dengan kesehatan dalam memilih menu karbohidrat, Mbah Jingkrak Setiabudi sengaja menghadirkan pilihan nasi merah.

"Kami sengaja menyediakan nasi merah, selain nasi putih. Sebab, nasi merah dari segi kesehatan jauh lebih sehat, dengan kandungan serat lebih banyak dibandingkan dengan nasi putih," tuturnya.

Dapatkan kesempatan menarik untuk Anda pemilik kartu Sindo Community, saat menikmati menu yang ada di Mbah Jingkrak Setiabudi. Dengan menunjukkan kartu Sindo Community, Anda akan mendapatkan diskon sampai dengan 15 persen untuk semua menu. (ftr)