Jangan Anggap Sepele Dapur!

UNTUK menciptakan makanan sehat, bukan sebatas difokuskan pada pemilihan bahan makanan saja tetapi juga harus memperhatikan dapur, karena dapur pusat utama makanan sehat.

"Sebelum memasak harus memperhatikan dapur, karena di situ pusat Anda mengolah makanan. Jangan menganggap sepele dapur karena bisa berbahaya buat Anda," jelas Yunadi Aulia Desmawan, Brand Manager Scotch-Brite, saat ditemui usai acara edukasi untuk kaum ibu bertema Rumah Bersih Terawat, Keluargaku Sehat Bersama Scotch-Brite di restoran Eclectic, Cilandak Town Square, baru-baru ini.

Menurutnya, jika kondisi dapur tidak diperhatikan maka jangan salahkan diri Anda bila keluarga Anda akan mudah terserang wabah penyakit dengan mudah.

"Dapur itu merupakan sumber bakteri yang besar. Di situ ada limbah makanan, tempat Anda membuat masakan pula sehingga harus diperhatikan secara khusus," lanjutnya.

Untuk mendapatkan rasa nyaman dalam memasak di dapur, proses pembersihannya bukan sebatas asal saja karena dapur itu harus dilakukan pembersihan setiap hari.

"Jika Anda seusai memasak, maka kotoran atau sisa bahan makanan otomatis harus dibuang ke tempat sampah. Jangan biarkan tempat sampah terbuka, karena akan mudah membuat kuman atau bakteri menyebar ke seluruh bagian rumah Anda," tegasnya.

Selain itu agar mendapatkan aroma yang segar dalam membuat masakan, jangan lupa untuk memberikan ventilasi udara di dapur Anda karena berfungsi untuk membuang uap panas pada saat memasak.

"Kalau enggak ada sirkulasi udara di dapur Anda maka akan membuat bakteri atau kuman gampang tersebar, tetapi bila ada ventilasi udara maupun sirkulasi udara maka akan ada cahaya yang masuk berupa sinar ultra violet yang akan mematikan kuman sehingga saat memasak pun Anda dapat menghasilkan masakan yang sehat," tutupnya. (uky) (ftr)

Bahan-Bahan Murah Ampuh Bersihkan Dapur (I)

SEUSAI memasak, dapur akan sedikit banyak berubah wajah alias menjadi lebih kotor. Tenang, ada cara praktis untuk membersihkannya.

Untuk menghilangkannya, Anda bisa memanfaatkan beberapa bahan murah yang ada di sekitar. Berikut di antaranya, seperti dilansir The Daily Meal:

Menghilangkan noda
Cuka diyakini bisa digunakan untuk menghilangkan kotoran dapur karena mengandung desinfektan. Caranya, gunakan air untuk menghilangkan kotoran lalu gosok dengan cuka. Untuk penggunaannya bersama air, perbandingannya adalah satu banding 10.

Nyatanya, cuka bisa membunuh kuman lebih dari pemutih, cuka juga tidak mengandung pestisida, bisa dipakai pada bahan linoleum, dan lantai yang terbuat dari kayu. Hindari pemakaian cuka pada permukaan batu karena asamnya bisa memecahkan batu.

Menyegarkan udara
Untuk memberikan kesegaran udara secara alami, Anda bisa mengisi botol semprotan khusus dengan takaran air hampir memenuhinya. Tambahkan air dengan satu sendok makan cuka dan setetes minyak aromaterapi favorit Anda.

Menyerap bau tidak sedap
Daripada memakai baking soda untuk menyerap bau tidak sedap pada kulkas, lebih baik gunakan kopi bubuk. Kopi bubuk lebih efektif untuk tujuan ini.

Menghilangkan karat
Besi berkarat bisa berbahaya bila terkena kulit karena menyebabkan infeksi. Hilangkan karat dengan cara memeras jeruk lemon bersama sedikit garam lalu olesi pada bagian besi berkarat. Tips ini juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan noda pada bahan linen yang halus.

Membersihkan wastafel
Untuk menguras pembuangan wastafel, gunakan daun oregano yang telah digiling. Selain membersihkan pembuangan, herbal ini juga mengurangi bau yang tidak diinginkan. (ftr)

Langkah Sederhana Bersihkan dan Percantik Dapur

PERNAH memperhatikan betapa berantakan dapur rumah Anda? Yuk, lakukan sentuhan-sentuhan sederhana untuk menjadikan dapur sebagai arena tempur terbaik Anda.

Dapur menjadi titik awal bagi kesehatan keluarga. Di sinilah makanan bagi anggota keluarga dibuat setiap harinya. Selain bicara bahan makanan bersih, dapur juga harus memiliki nilai kebersihan untuk Anda bisa menghasilkan makanan sehat. Jadi, sudahkah dapur Anda kini dalam keadaan bersih?

Berikut beberapa langkah menjadikan dapur kembali bersih dan cantik, seperti diulas Sheknows.

Bersihkan peralatan utama
Kecuali Anda adalah orang beruntung yang memiliki pembantu rumah yang siap menjaga kebersihan dapur, maka bila tidak, Anda harus membersihkannya sendiri. Bukan tak mungkin bila peralatan yang kerap digunakan tidak senantiasa dibersihkan usai dipakai. Alasannya bukan karena malas atau tidak tahu, tapi karena kita berpikir bahwa alat-alat ini masih akan digunakan lagi esok dan hari-hari ke depan, sebut saja oven dan kompor gas.

Waktu pada akhirnya akan mengurangi usia fungsi alat-alat dapur bila tidak rutin dibersihkan. Namun, tidak perlu berpikir untuk membeli pembersih oven yang mahal atau menyewa seorang pembantu bertarif mahal untuk merawat alat-alat ini. Caranya cukup mudah, campur pasta bersama baking soda dan air. Oleskan seluruh permukaan oven dengan bahan tersebut (hindari logam dan elemen pemanas) lalu diamkan semalaman. Kemudian, kenakan sarung tangan untuk meluruhkan kotorannya.

Sementara untuk membersihkan kumparan, gosok dengan spons dan sedikit soda kue. Jika Anda memiliki kumparan gas yang dapat dilepas, sebaiknya lepaskan saat dingin dan masukkan dalam mesin cuci piring, kecuali disebutkan lain oleh produsen oven.

Untungnya, lemari es dan microwave jauh lebih mudah dibersihkan. Yang Anda butuhkan adalah produk pembersih dapur, sarung tangan, dan spons. Namun, jika es telah menimbun di dalam freezer, semprotkan air panas dicampur baking soda untuk mencairkannya. Sementara, membersihkan microwave cukup dengan mengelapnya dengan handuk basah atau spons. Plus, selalu bersihkan alat-alat ini dengan produk tisu pembersih bakteri.

Menghemat ruang
Menempatkan alat-alat dapur dengan baik mungkin terlihat berat di awalnya, tapi akan menyenangkan ketika Anda telah memulainya. Anda akan merasa lega ketika memiliki lebih banyak ruang untuk panci, wajan, dan alat-alat dapur lainnya.

Salah satu cara termudah untuk Anda membuat lebih banyak ruang di dapur adalah tindakan mengkonsolidasikan. Anda menyimpan tiga bungkus tepung, dua bungkus gula, dan beberapa kantong beras di dapur? Ini tentu akan memakan tempat. Lebih baik pindahkan bahan makanan ini masing-masing ke dalam satu wadah yang kemudian diberi label. Cara ini bukan hanya memudahkan Anda ketika ingin mengambil dan menggunakannya, tapi juga menghemat ruang penyimpanan. Praktekkan pula tip ini untuk bahan makanan lainnya di dapur Anda, seperti pasta, kopi, dan sebagainya.

Cara lain untuk menghemat ruang adalah menggantung keranjang di dinding atau menambahkan beberapa rak. Dengan ini, bumbu-bumbu tidak lagi berantakan sekaligus memberi tampilan baru untuk dapur Anda. Atau gantung alat masak Anda di dinding agar mudah diambil, berbeda ketika ditumpuk di dalam rak dapur. (ftr)