Bolehkan Atlet Bercinta di Malam Sebelum Berlaga?

TEMPO.CO, London - Sebanyak 150 ribu kondom disediakan panitia Olimpiade London 2012 untuk 10.500 atlet yang berlaga. Tapi apakah semua atlet akan memanfaatkannya dalam ''olahraga'' kamar tidur sebelum berlaga?

Secara historis telah banyak berpikir bahwa aktivitas seksual mengurangi kecakapan fisik, menelan agresi dan testosteron, dan meninggalkan tubuh yang tak prima pada hari berikutnya. Itu sebabnya, banyak atlet yang berpantang seksual semalam sebelum bertanding, atau bahkan menahannya selama berminggu-minggu sebelumnya.

Selama Piala Dunia 2010, pelatih Inggris Fabio Capello hanya mengizinkan pemainnya hanya sehari bersua dengan pasangannya selama sebulan pertandingan. Dan selama turnamen 1998, maka pelatih Glenn Hoddle terkenal melarang skuadnya dari berhubungan seks sama sekali.

Namun menurut para ilmuwan, tidak ada penelitian yang dilakukan mengenai masalah ini telah menemukan bahwa seks mengurangi kekuatan fisik atau daya tahan seorang atlet.

Ian Shrier, seorang profesor di departemen kedokteran keluarga di Universitas McGill di Kanada, mengatakan dalam kompetisi, psikologi sangat mungkin memainkan peran yang jauh lebih penting. "Mereka yang mengklaim seks menurunkan kinerja biasanya mengatakan karena aktivitas itu akan mengurangi fokus atau agresi atau ketegangan. Namun tidak ada studi yang membuktikannya," katanya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Clinical Journal of Sport Medicine menyebut seks pada malam sebelum kompetisi tidak berpengaruh pada hasil. Dalam sebuah penelitian, 14 mantan atlet yang menikah diberi tes kekuatan pegangan pagi hari setelah berhubungan seks, dan diperbandingkan dengan saat abstain dari seks selama enam hari.

Hasil penelitian menunjukkan tak ditemukan kekuatan otot atau ketahanan otot secara negatif dipengaruhi oleh seks pada malam sebelumnya.

Sebuah studi lanjutan di Colorado State University pada 10 atlet pria yang menikah berusia antara 18 dan 45 tahun diteliti kekuatan pegangan, keseimbangan, pergerakan lateral, waktu reaksi, kekuatan aerobik, dan efisiensi oksigen. Hasilnya, seks tidak berdampak negatif pada salah satu tes ini.

Teori bahwa frustrasi seksual membuat orang lebih agresif, dan seks dapat menguras testosteron - hormon terkait kinerja atletik - keluar dari tubuh, belum pernah terbukti secara ilmiah.

Sementara itu, seorang dokter Israel bernama Alexander Olshanietzky justru menganjurkan seks pada atlet perempuan."Kami percaya bahwa seorang wanita akan berhasil dengan lebih baik dalam kompetisi olahraga setelah orgasme. Semakin banyak orgasme, semakin banyak kesempatan untuk meraih medali," katanya.
MAIL ONLINE | TRIP B

Fast Food Picu Penyakit Jantung di Asia

TEMPO.CO, Singapura - Globalisasi membuat cita rasa kuliner ala Barat mulai diterima di negara-negara Asia. Anda tentu dengan mudah dapat menemukan gerai restoran yang menjual makanan, seperti burger, kentang goreng, maupun makanan khas Amerika Serikat lainnya.

Namun, penelitian yang digelar University of Minnesota School of Public Health dalam satu dekade terakhir menunjukkan pola makan Barat justru memicu peningkatan risiko penyakit jantung pada masyarakat Asia. Hal ini dilansir dalam jurnal Circulation pekan ini.

"Masuknya kuliner ala Barat merupakan pertanda pertumbuhan ekonomi yang meningkat,"€ kata Andrew Odegaard, ketua peneliti. "Tapi meski rasanya nikmat, dari perspektif kesehatan jenis kuliner ini justru menimbulkan masalah,"€ ujarnya kepada Reuters Health.

Penelitian ini dimulai sejak 1990-an terhadap 60 ribu warga Singapura keturunan Cina. Para responden berusia 45 hingga 74 tahun saat penelitian. Selama penelitian tersebut, sebanyak 1.397 responden wafat karena penyakit jantung, sedangkan 2.252 responden mengidap penyakit diabetes tipe 2.

Hasil penelitian menunjukkan responden yang mengkonsumsi makanan cepat saji dua kali atau lebih dalam sepekan berisiko 27 persen lebih tinggi terkena diabetes dan 56 persen mengidap penyakit jantung mematikan. Sekitar 811 responden yang memakan makanan cepat saji empat kali lebih dalam sepekan mengalami risiko 80 persen mengidap penyakit jantung.

Yang menarik, tim Odegaard menemukan bahwa makanan Asia seperti dim sum, bakmi, maupun dumpling tidak memicu diabetes maupun penyakit jantung.

Hasil ini merupakan implikasi serius bagi negara-negara berkembang. "Perusahaan multinasional cepat saji Amerika Serikat membidik pasar di luar negeri. Maka, secara global ini menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat dunia,"€ ujar Sara Bleich, Asisten Profesor Kebijakan Kesehatan di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore, Amerika Serikat.

REUTERS | ASIAONE | SITA PLANASARI AQUADINI

Kurangi Porsi Makan, Usia Tambah 20 Tahun

TEMPO.CO, Perut adalah sumber penyakit. Banyaknya jumlah dan jenis makanan yang tidak sehat memunculkan risiko beragam jenis penyakit. Mengurangi sedikit jumlah makanan yang dikonsumsi bisa membuat hidup lebih sehat.

Menurut studi yang dilakukan peneliti dari Institute of Health Ageing at University College London, mengurangi jumlah makanan sampai 40 persen bisa memperpanjang kehidupan seseorang sampai 20 tahun. Mereka juga membangun treatment yang diharapkan dapat memerangi penyakit menua.

Dalam studi yang dilansir Dailymail, Rabu, 4 Juli 2012 ini, para peneliti mempelajari bagaimana faktor genetik dan gaya hidup dapat diadaptasi untuk mengimbangi efek penuaan dan menambah usia hidup sampai puluhan tahun. Peneliti mengklaim, penyakit-penyakit yang terkait dengan umur, seperti kardiovaskular, kanker, dan neurodegenerasi dapat juga dilawan.

Salah satu upaya untuk menyelidiki pengaruh porsi dan jenis makanan terhadap usia dilakukan dengan cara mengatur pola diet pada tikus. Hasilnya, masa hidup tikus percobaan itu bisa meningkat 30 persen hanya dengan mengurangi asupan makanan.

"Jika Anda mengurangi diet tikus hingga 40 persen, dia akan hidup 20-30 persen lebih lama. Maka kami mengambil 20 tahun untuk usia kehidupan manusia. Ini dapat ditunjukan pada semua jenis organisme," kata kepala peneliti kepala Dr. Piper.

Hasil penelitian ini akan dipaparkan di Royal Society Summer Science Exhibition, London, beberapa waktu mendatang.

DAILYMAIL | AMIRULLAH

Dua Gelas Kopi Sehari Bikin Jantung Sehat

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi pecinta kopi, penelitian ini bisa jadi kabar gembira tentang manfaat lain dari mengkonsumsi kopi. Menurut sebuah studi, mengkonsumsi dua gelas kopi sehari bisa mengurangi risiko penyakit payah jantung (heart failure). Namun, tentu saja jangan berlebihan.

Studi terbaru yang dilakukan peneliti dari Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston, Amerika, menemukan bahwa minum kopi secara teratur dengan jumlah yang moderat dapat memotong peluang terjadinya kerusakan jantung. Sebaliknya, dalam jumlah yang terlalu banyak, mengkonsumsi kopi justru kontraproduktif bagi kesehatan jantung.

Penelitian yang melibatkan hampir 150 ribu laki-laki dan perempuan ini menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi satu atau dua gelas kopi sehari 11 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terkena payah jantung dibanding mereka yang tidak mengkonsumsi kopi. Bahkan, pasien serangan jantung memperoleh manfaat yang sama dengan mereka yang punya jantung sehat.

Namun, mengkonsumsi kopi secara berlebihan patut diwaspadai. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation Heart Failure ini menjelaskan lima gelas kopi atau lebih dalam sehari bisa berdampak buruk untuk jantung. "Sebagaimana hal lainnya, jumlah yang moderat terlihat menjadi kunci dalam penelitian ini," kata Murray Mittleman, peneliti dari Beth Israel Deaconess Medical Center.

Meskipun demikian, peneliti tidak yakin tentang alasan mengapa kopi bisa mengurangi peluang terjadinya payah jantung. Mereka hanya menduga hal itu terjadi lantaran kopi mengurangi kemungkinan tekanan darah tinggi dan diabetes--dua penyakit yang meningkatkan terjadinya payah jantung.

Seperti diketahui, hingga 40 persen dari pasien payah jantung meninggal dalam waktu satu tahun setelah diagnosis. Payah jantung memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih buruk dibanding kanker.
"Ini berita bagus buat peminum kopi," kata kolegas Murray, Elizabeth Mostofsky, mengomentari hasil penelitian.
DAILYMAIL | AMIRULLAH

Indonesia ''Surga'' bagi Perokok

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti dan legal drafter Pusat Pengkajian, Pengelolaan Data dan Informasi (P3DI) sekaligus Pengurus Nasional Pengendalian Tembakau, Rohani Budi Prihatin, mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang menjadi surga bagi para perokok aktif di Asia.

"Harga rokok di Indonesia tergolong sangat murah, merokok juga masih bisa di sembarang tempat. Kurang nikmat apa?" ujar Budi saat dijumpai usai menjadi pembicara pada seminar bertajuk Hidup dalam Lingkungan Sehat dengan Tidak Merokok di Jakarta.

Harga rata-rata rokok di Indonesia berkisar Rp 10 ribu rupiah, sementara Budi mengungkapkan bahwa harga rokok di beberapa negara Asia lain, seperti Singapura dan Brunei, mencapai Rp 60 ribu. Menurut dia, harga yang murah serta regulasi yang masih belum diterapkan dengan baik inilah sebagai beberapa penyebab angka perokok pasif masih sulit ditekan peningkatannya.

Harga rokok yang murah inilah yang membuat para pelaku pasar gelap gemar menyelundupkan rokok Indonesia ke beberapa negara lain di Asia.

"Singapura, Malaysia, dan Brunei sudah meminta industri rokok Indonesia menaikkan harga, tapi jelas tidak akan digubris. Ini kan sangat menguntungkan bagi industri rokok," ucap Budi.

Saat disinggung mengenai cukai rokok, Budi juga mengungkapkan bahwa bea dan cukai rokok di Indonesia juga tidak sebanding dengan uang yang dibelanjakan masyarakat untuk membeli rokok.

"Cukai rokok yang masuk ke APBN pemerintah sekitar Rp 40 hingga Rp 55 triliun, sementara uang yang dibelanjakan masyarakat untuk memebli rokok melebihi Rp 115 triliun per tahun," ucap Budi.

Ini berarti, menurut Budi, seharusnya bea dan cukai rokok dapat dibanderol lebih tinggi lagi, selain untuk menambah pemasukan APBN, juga demi menekan angka peningkatan jumlah perokok pasif.

"Bila harga rokok dapat dibanderol lebih tinggi lagi, saya yakin perokok aktif dapat ditekan angka peningkatannya. Negara kita juga tentu akan lebih kaya dan sehat," ujar Budi.
ANT | ALIA

Tips Mengenali Tipe Diabetes Melitus

TEMPO.CO, Jakarta - Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang berlangsung kronik, di mana penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, terjadi kelebihan gula di dalam darah dan baru dirasakan setelah terjadi komplikasi lanjut pada organ tubuh.

Sekurangnya terdapat dua jenis tipe DM, yaitu DM tipe I dan DM tipe II. Pada DM tipe I, terjadi kelainan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. Pasien diabetes tipe ini mewarisi kerentanan genetik yang merupakan predisposisi untuk kerusakan autoimun sel beta pankreas.

Pada DM tipe II, jumlah insulin normal, tetapi jumlah reseptor insulin yang terdapat pada permukaan sel kurang sehingga glukosa yang masuk ke dalam sel sedikit dan glukosa dalam darah menjadi meningkat.

Karakteristik DM TIPE I
* Mudah terjadi ketoasidosis (salah satu komplikasi akut Diabetes Melitus yang terjadi disebabkan kadar glukosa pada darah sangat tinggi)
* Pengobatan harus dengan insulin
* Onset akut (onset adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk insulin mencapai darah dan mulai menurunkan kadar gula darah)
* Biasanya kurus
* Biasanya terjadi pada umur yang masih muda
* Didapatkan antibodi pada sel islet
* 10 persen ada riwayat diabetes pada keluarga
* 30-50 persen kembar identik terkena

Karakteristik DM TIPE II
* Sukar terjadi ketoasidosis
* Pengobatan tidak harus dengan insulin
* Onset lambat
* Gemuk atau tidak gemuk
* Biasanya terjadi pada umur di atas 45 tahun
* Tidak ada antibodi sel islet
* 30 persennya ada riwayat diabetes pada keluarga
* ± 100 persen kembar identik terkena
PBPAPDI.ORG | AMIRULLAH

Gorengan Selalu Membahayakan Tubuh?

Selama ini, olahan goreng dicap sebagai makanan tidak menyehatkan karena mengandung kadar minyak tinggi. Faktanya tidak demikian bila Anda mematuhi sedikit syarat.

Survei yang dihelat Universitas Otonom Madrid terhadap 40.757 responden selama periode 11 tahun menemukan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi makanan gorengan dengan risiko penyakit jantung koroner atau kematian. Gorengan tidak memengaruhi tubuh Anda secara langsung, sama seperti gaya hidup, yang dengan sendirinya tidak menjadi penyebab kematian.

Memang, minyak goreng bisa meningkatkan kandungan kalori di setiap makanan. Mengonsumsi gorengan terlalu sering akan menyumbang 20 hingga 30 persen lemak untuk tubuh. Dan ketika berat badan naik, maka muncullah masalah demi masalah medis. Namun, itu semua mungkin terjadi saat tubuh tidak mendapatkan asupan lain, seperti buah-buahan, untuk menyeimbangkannya.

Jadi, seimbangkan konsumsi Anda dengan lemak baik, protein, gizi dari sayuran mentah, buah zaitun, buncis, kacang hijau,tomat, dan sebagainya pada setiap momen bersantap. Juga, konsumsi jenis seafood sehat untuk gizi lebih seimbang.

Dengan menyeimbangkan pola makan sehat, Anda akan tetap menikmati gorengan, dengan tetap memerhatikan porsinya.
(ftr)

Remote TV Benda Paling Kotor di Hotel

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan bahwa remote control televisi dan pengatur on-off pada lampu di samping tempat tidur di kamar hotel mempunyai level kontaminasi bakteri paling tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan kamar mandi dan toilet.

Selain itu, ditemukan pula kontaminasi bakteri yang tinggi pada sapu, spons, dan barang lain yang ada di rak pembersih ruangan. Hal tersebut seharusnya menjadi perhatian sebab bisa menyebabkan terjadinya persilangan kontaminasi antar ruangan, demikian diungkapkan para peneliti dari University of Houston seperti dikutip situs Health Day edisi 17 Juni 2012.

Para ilmuwan menganalisis contoh yang dikumpulkan dari 19 permukaan di tiga kamar hotel di tiga negara bagian, Texas, Indiana, dan South Carolina. Mereka menemukan bahwa level terendah dari kontamisasi bakteri ada pada sandaran kepala di tempat tidur, batang tirai, dan pegangan pintu kamar mandi.

Namun para peneliti tidak bisa menjelaskan apakah bakteri yang ditemukan di dalam kamar hotel tersebut bisa menyebabkan penyakit atau tidak. Hanya saja, kata mereka, tingkat kontaminasi adalah indikator kebersihan yang dapat dipercaya. Ruangan yang tidak bersih menunjukkan adanya potensi risiko pada para tamu, khususnya mereka yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Hasil penelitian ini dipresentasikan akhir pekan lalu pada pertemuan American Society for Microbology di San Fransisco.

"Pelaku bisnis perhotelan mempunyai kewajiban untuk memberikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para tamu. Saat ini, kebersihan ruangan dilakukan oleh banyak pihak dengan berbagai bendera perusahaan tanpa standar yang baku. Metode yang dilakukan untuk mengecek kebersihan hotel adalah penilaian visual," kata Katie Kirsch, mahasiswa pascasarjana di University of Houston, dalam siaran persnya. Hal tersebut, kata dia, bukan cara pengukuran sanitasi yang efektif.

Menurut Kirsch, temuan dari penelitian ini bisa membantu hotel-hotel mengembangkan cara yang lebih efektif dan efisien untuk kebersihan ruangan hotel.

Petugas kebersihan ruangan membersihkan 14 hingga 16 ruangan per delapan jam dan menghabiskan rata-rata 30 menit di setiap ruangan. "Mengidentifikasi item berisiko tinggi di dalam kamar hotel akan membantu manajer dari petugas kebersihan untuk mendesain cara membersihkan yang strategis dan mengalokasikan waktu secara efisien demi menurunkan risiko masalah kesehatan potensial yang disebabkan oleh kontaminasi mikroba di dalam kamar hotel,"€ kata Krisch.
HEALTH DAY | ARBA'IYAH SATRIANI

Kadar Dopamin Rendah Bikin Agresif

TEMPO.CO, Jakarta - Orang dengan kadar dopamin yang rendah pada otaknya cenderung lebih agresif pada situasi yang kompetitif. Demikian hasil studi yang dilakukan peneliti dari Department of Psychiatry, RWTH Aachen University, Jerman. Dopamin adalah neurotransmiter yang terlibat saat seseorang tengah berada pada situasi menyenangkan.

Dalam studi ini peneliti melibatkan 18 partisipan sehat dalam sekitar 20-an partisipan. Mereka memainkan game komputer agar saling berkompetisi memenangi hadiah uang. Pemindai positron emission tomography (PET) digunakan untuk menilai kadar dopamin pada setiap otak partisipan.

"Selama game berlangsung, partisipan dengan kadar dopamin rendah lebih terganggu dari usaha mereka untuk memenangi uang dan lebih cenderung menunjukkan perilaku agresif," kata seorang peneliti, Ingo Vernaleken.

Para peneliti merasa terkejut dengan hasil studi ini. Sebab dalam dugaan sebelumnya kadar dopamin yang lebih tinggi justru yang diasosiasikan dengan peningkatan agresi.

Hasil studi ini akan dipresentasikan pekan ini pada pertemuan tahunan Society of Nuclear Medicine di Miami, Florida, Amerika.
HEALTHDAY/AMIRULLAH

Agar Denyut Jantung Tetap Seirama

TEMPO.CO, Jakarta - Ritme detak jantung yang tidak beraturan dapat menjadi penyebab awal timbulnya stroke. Fibrilasi atrium merupakan gangguan irama jantung (aritmia) yang paling umum ditemui dan diderita siapa pun tanpa batas usia.

Pada pasien fibrilasi atrium, denyut jantungnya tidak teratur. Hal ini membuat mereka rentan mengalami penggumpalan di dalam pembuluh darah. Bagaimana supaya denyut jantung tetap seirama?

1. Cukupi kebutuhan magnesium.
Perempuan minimal mengkonsumsi 320 miligram magnesium dan laki-laki 420 miligram.
2. Perbanyak konsumsi gandum.
National Institute of Health menjelaskan bahwa makanan yang mengandung gandum dapat memenuhi kebutuhan magnesium dan menurunkan kolesterol.
3. Perbanyak memakan sayuran hijau gelap.
Selain kaya magnesium, sayuran hijau gelap mengandung zat besi serta serat yang berguna bagi kesehatan jantung.
4. Perbanyak konsumsi kacang-kacangan.
Setidaknya, kacang-kacangan dikonsumsi dua kali seminggu sebagai pengganti daging.
5. Periksakan kadar magnesium Anda secara berkala.

Beberapa orang yang terdeteksi kekurangan magnesium memerlukan mineral yang harus secepatnya ditangani dokter karena diberikan melalui intravena.

LIVESTRONG.COM | CHETA NILAWATY

Apa Saja Buah yang Aman dan Tidak Aman

TEMPO.CO, Jakarta - Berikut ini adalah buah yang aman dan tidak aman untuk pencernaan.

Pepaya
Buah ini dipercaya dapat mengobati masalah pencernaan. Kandungan papain (enzim pencernaan alami yang membantu memecah makanan yang dapat mengganggu lambung) dalam pepaya menjadikan pepaya senjata ampuh untuk masalah pencernaan, seperti perut mulas dan diare.

Apel
Ternyata buah ini kaya serat dan sangat baik mengatasi masalah pencernaan. Mengandung enzim peptinase dan katalase yang membantu membersihkan tubuh dari partikel makanan yang menjengkelkan, seperti steak, sop buntut, dan sop konro.

Alpukat
Lebih sering dinikmati sebagai jus, buah ini ternyata banyak mengandung kalium, serat, dan minyak yang bersahabat bagi proses kerja perut.

Rambutan, Sawo, Nangka, dan Durian
Merupakan buah-buahan yang tidak disarankan untuk pencernaan. Selain memiliki kandungan serat yang tinggi, buah-buahan ini mengandung zat yang berbahaya bagi saluran pencernaan. Durian tidak mengandung nutrisi, melainkan hanya rasa manis yang berlebih. Selain itu, buah durian dan nangka mengandung zat keras yang tidak disarankan bagi pencernaan tubuh.
HADRIANI P

Makan Daging Jauh dari Risiko Penyakit? Begini Caranya!

MENGONSUMSI daging sehat sama penting dengan menyantap sayuran sehat. Pekerjaan besar yang harus dilakukan adalah menerapkan cara-cara sehat dalam mengonsumsi daging.

Secara ilmiah, pola makan sayuran (vegetarian) dapat menjaga tubuh tetap bugar dan mengurangi kemungkinan mengidap penyakit jantung. Yang menarik, beberapa porsi daging yang dikonsumsi setiap hari ternyata tidak akan membahayakan kesehatan. Simak tips mengonsumsi daging dengan cara sehat, seperti diulas Boldsky:

Fakta-fakta nutrisi daging:
- Daging putih tinggi kandungan zat besi, zinc, dan vitamin B12 yang sangat penting bagi pertumbuhan anak.
- Daging merah, yang populer disebut 'tidak sehat', kaya magnesium, yakni nutrisi yang sering kali hilang dalam pola makan.
- Daging sehat merupakan protein hewani yang diperlukan untuk kekuatan otot-otot serta memberikan bentuk pada tubuh. Atlet atau orang yang gemar olahraga, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui membutuhkan protein ekstra pada daging.

Perhatikan cara mengolah daging
Poin ini merupakan elemen paling penting dari konsumsi daging agar tidak merusak nilai gizi di dalamnya. Konsep kuliner India standar dalam mengolah daging menggunakan banyak minyak, rempah-rempah, dan waktu memasak yang lama. Mereka tidak lupa menambahkan kari. Jadi, metode memasak apa yang terbaik untuk daging?

- Daging tidak dapat dimasak dalam waktu lama agar nutrisi di dalamnya tidak hancur.
- Daging memiliki kandungan lemak sehingga Anda tidak perlu menambahkan lemak ekstra yang hanya akan menyumbat arteri. Lemak alami pada daging akan menjadikan daging terasa lezat.
- Memanggang atau membakar merupakan cara terbaik untuk mengolah. Cara lain, Anda bisa mengolahnya dengan cara direbus.

Potongan daging sehat
Ada baiknya, berhati-hatilah dalam memilih daging potong. Daging berwarna gelap biasanya lebih lezat, tetapi secara alami mengandung lebih banyak lemak. Sementara ketika membeli daging segar, lebih baik pilih daging yang masih muda karena sangat lunak dan kandungan lemaknya lebih sedikit.

Hati-hati pula dalam membeli daging cincang karena lemak daging putih cincang tidak perlu dikonsumsi. Biasanya, bagian daging yang gemuk dipilih untuk dicincang sehingga sangat sulit dideteksi lemaknya.

Daging olahan
Daging olahan harus dihindari karena mengandung bahan kimia yang disebut natrium nitrit. Bahan ini bertanggung jawab untuk menjadikan daging berwana merah yang menandakan kesegarannya.

Hati-hati, bahan kimia ini akan memiliki kontak langsung dengan kanker. Jika Anda membeli daging kemasan, jangan lupa untuk membaca daftar bahan yang ada di bagian belakang. Tips ini memang sederhana, tapi wajib diikuti agar makan daging sehat tidak harus menjadi sulit.
(ftr)

Terlalu Lama Duduk Bisa Menyebabkan Kematian

Liputan6.com, London: Duduk dengan jangka waktu terlalu lama ternyata tidak baik baik bagi kesehatan. Bahkan bisa menyebabkan kematian. Sebuah penelitian menemukan sebuah bom waktu berdetak di beberapa dari sembilan juta pekerja kantor. Mereka menempatkan diri pada risiko pembekuan darah yang berpotensi fatal terhadap tubuh manusia.

Hal itu karena Deep vein thrombosis (DVT) yang bisa menyerang siapa saja akibat duduk untuk periode lama tanpa berdiri bergerak. DVT adalah pembekuan darah yang terbentuk di vena dalam, paling sering di kaki atau panggul.

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan terhadap seribu orang di Inggris, menemukan bahwa rata-rata mereka duduk terlalu lama saat di kantor. Mereka juga melewatkan makan siang di kantor akibat pekerjaan menumpuk. Atau justru mereka makan siang di meja tempat mereka bekerja. Hal itu membuat DVT mengincar mereka.

Untuk setiap jam yang dihabiskan saat duduk, risiko pembekuan darah meningkat sebesar 10 persen. Selain itu, berdasarkan penelitian, ada sekitar 60 ribu penggumpalan darah yang dialami warga Inggris setiap tahun.

Richard Beasley, direktur Institut Penelitian Medis di Selandia Baru, mengatakan, "Sangat sedikit yang menyadari fakta bahwa perpanjangan imobilitas di tempat kerja juga menimbulkan ancaman langsung. Lebih dari dua kali lipat risiko pembekuan darah berpotensi fatal dialami oleh karyawan."

Untuk menghindari hal itu terjadi, peneliti menyarankan, Anda untuk berdiri atau sekitar meregangkan otot-otot saat jam kerja. Atau Anda juga bisa sekedar berjalan untuk mengambil air minum.(Telegraph/ULF)

Tujuh Camilan yang Tanpa Sadar Bahayakan Tubuh (II-Habis)

detail berita

CAMILAN akan menjadi teman yang pas untuk menikmati momen bersantai. Memilih camilan sehat tentu akan menjadi hal berikutnya yang harus diperhatikan.

Beberapa camilan berikut ini mungkin menjadi favorit Anda. Pikirkan lagi karena beberapa camilan yang dianggap sehat, ternyata tidak demikian, seperti dilansir Babble berikut ini:

Karsinogen dalam roti dan kue
Kalium bromat digunakan untuk memerbaiki tekstur tepung dalam produksi roti dan makanan ringan skala besar. Namun, jika terlalu banyak bahan kimia yang ditambahkan atau jika roti tidak dipanggang cukup lama, sisa bromade kalium akan menetap di dalamnya. Ini artinya, Anda mengasup zat karsinogenik yang telah dilarang di seluruh dunia, kecuali di Jepang dan Amerika Serikat.

Bahan kimia penyebab kanker di beberapa daging
Natrium nitrit adalah bahan tambahan makanan yang berbahaya. Namun ketika bahan ini dikombinasikan dengan senyawa yang disebut amina sekunder, maka akan terbentuk nitrosamin, bahan kimia terkait penyebab kanker. Belanja daging bebas nitrit adalah langkah pertama untuk melindungi diri dari bahan kimia yang berpotensi membahayakan.

Zat tambahan terkait ADHD pada jelly beans
Pusat Ilmu Pengetahuan untuk Kepentingan Umum USA telah menyerukan larangan FDA pada "40 pewarna makanan". Larangan ini mengutip hubungan antara pewarna makanan dengan kesehatan dan efek samping perilaku pada beberapa anak. Bahan-bahan kimia tersebut telah dikaitkan dengan keluhan sakit kepala, amarah, bahkan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). (ftr)

Makan Sayuran, Jangan Lupa Minum Airnya

detail berita

MEMASAK sayuran, tentu Anda menambahkan air. Untuk konsumsinya, jangan sebatas sayuran, tapi airnya juga jangan dilupakan.

"Kalau masak sayuran, misalnya sayuran hijau dimasak bening (sayur berkuah-red), pastikan airnya juga diminum, jangan cuma sayurannya yang dikonsumsi," kata Dr Tirta Prawita Sari. MSc, pakar gizi dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, kepada Okezone pada acara "Borges Olive Oil Chef Cooking Competition 2012" di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (16/5/2012).

Dr Tirta menambahkan, nutrisi sayuran akan berkurang bila terkena suhu panas. Gizi ini justru akan larut dalam air, karenanya air rebusan sayuran harus juga dikonsumsi.

"Meskipun ini dianggap sepele oleh banyak orang, tetapi hal ini harus diperhatikan karena letak vitaminnya justru pada kuah," imbuhnya.

Dia menegaskan, mengolah sayuran dengan cara ditumis juga harus menyertakan kuahnya ketika disantap. Dan meskipun terdapat minyak goreng untuk menumisnya, nyatanya bahan memasak ini tetap diperlukan tubuh.

"Kita butuh minyak, 35 persen tenaga manusia berasal dari lemak. Lemak paling banyak didapat dari minyak dan santan. Minyak tetap juga diperlukan, tapi perhatikan kualitasnya," lanjutnya.

Selain itu, perhatikan pula suhu apinya. "Sayuran rentan terhadap panas, jadi kalau masak sayuran, suhu apinya jangan terlalu panas. Jangan sampai airnya mendidih, usahakan berada pada suhu 70 derajat Celcius, itu sudah maksimal," tutupnya.
(ftr)

Sandal Jepit Lebih Berbahaya dari "Heels"

Liputan6.com, Florida: Memakai sandal jepit ternyata lebih berbahaya bagi kesehatan dibandingkan dengan sepatu berhak tingi atau high heels. Berdasarkan penelitian American College of Sport Medicine, alas kaki ini dapat menyebabkan sakit dan nyeri di seluruh tubuh. Bahkan, sandal jepit menyebabkan lebih banyak kerusakan di tubuh penggunanya.

Saat memakai sandal jepit berarti tekanan lebih banyak terus diarahkan ke kaki dan tulang belakang. Perubahan postur dari langsung ke pertanyaan-tanda satu kadang-kadang. Hal itu akan menjadi beban besar untuk tulang belakang dan leher.

Selain itu, tekanan besar terjadi kembali pada tumit. Jika permukaan antara tumit dan tanah tidak mendukung berarti kaki bekerja lebih keras dari seharusnya. Pengguna sendal jepit cenderung mengembangkan cedera berlebihan seperti tendinitis, atau dalam hal ini, masalah pada lutut, pinggul dan tulang belakang.

Menggunakan sandal jepit memang sangat nyaman. Peneliti menyarankan lebih baik menggunakannya di tempat tertentu, seperti di sekitar kolam renang atau di pantai. (ourvanity/MEL)

Tips Hindari Makan Malam

Liputan6.com, New York: Cara termudah menjaga agar bentuk tubuh tetap ideal adalah dengan menghindari makan malam. Banyak ahli gizi mengatakan bahwa salah satu cara paling efektif untuk menurunkan berat badan tanpa mengorbankan kesehatan adalah berhenti makan setelah pukul 18.00 atau tidak makan malam sedikitnya tiga jam sebelum tidur.

Tetapi tidak mudah untuk menolak makan setelah hari yang sibuk, terutama jika lupa makan siang dan tidak sarapan. Tapi ada cara sederhana untuk mengelabui nafsu makan Anda.

1. Makan salad


2. Makan sup atau kaldu
Kuah kaldu dengan cepat mengisi perut dan mencegah makan berlebihan. Kaldu dalam sup menunda serangan kelaparan berikutnya untuk waktu yang lama. Tapi sup dan kaldu tidak boleh mengandung bumbu tajam, karena bisa merangsang nafsu makan.

3. Makan buah
Makan yoghurt atau apel. Ketika Anda makan apel karena mengandung tingkat harian yodium yang menghambat nafsu makan.

4. Perbanyak minum air putih
Segelas air mineral atau air panas direbus dengan sepotong lemon akan menghilangkan rasa lapar selama beberapa jam.

5. Konsumsi sup buah
Tuangkan tiga liter air ke dalam setengah kilo buah dan didihkan sampai air menguap menjadi 2,5 liter. Secangkir kolak sudah cukup untuk melupakan kelaparan selama setidaknya satu jam.

6. Makan susu bubuk
Satu sendok kecil susu kering tanpa lemak akan menyelamatkan mereka yang benar-benar sekarat karena kelaparan.

7. Mandi air panas
Mandi air panas membuat suasana hati menjadi rileks dan menekan nafsu makan. Hal ini belum lebih baik jika Anda menambahkan garam atau minyak esensial ke dalam bak mandi. Beberapa tetes jeruk, lemon, jeruk, atau minyak buah akan membantu untuk menipu perut lapar.

8. Konsumsi kacang dan kentang
Dua bahan makanan ini membuat perut terasa kenyang.

9. Latihan Menekan nafsu makan
Berjalan atau melakukan latihan sebelum tidur juga bagus untuk menghilangkan rasa lapar.

(Genius Beauty/ULF)

Makan Buah dan Sayur Kurangi Risiko Diabetes

Liputan6.com, London: Orang yang mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran mungkin memiliki risiko lebih rendah untuk terserang diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang yang kurang mengonsumsi keduanya.

Selain itu, mengonsumsi beragam makanan yang sehat itu juga mungkin menjadi kunci untuk menghindari penyakit, demikian hasil satu studi di Inggris.

Temuan tersebut, yang dilaporkan di jurnal Diabetes Care, tak membuktikan bahwa memakan buah dan sayuran akan menjauhkan kondisi yang berkaitan dengan kegemukan dan usia tua. Tapi para peneliti mengatakan itu bisa memberi orang lebih banyak manfaat guna meningkatkan makanan mereka.

Studi atas lebih dari 3.700 orang dewasa Inggris mendapati mereka yang mengonsumsi paling banyak buah dan sayuran dalam satu pekan memiliki risiko lebih rendah untuk terserang diabetes tipe 2 selama kurun waktu 11 tahun dibandingkan dengan orangyang mengonsumsi paling sedikit.

Risiko diabetes juga lebih rendah di kalangan orang yang mengonsumsi lebih banyak jenis buah dan sayuran, tak peduli berapa banyak mereka konsumsinya.

Itu menunjukkan orang bukan hanya mesti memusatkan perhatian pada berapa banyak porsi yang mereka konsumsi setiap hari, kata peneliti senior Nita Forouhi, dari Institute of Metabolic Science di Cambridge, Inggris.

"Temuan tentang keragaman konsumsi adalah sesuatu yang baru dan menggembirakan, karena itu memperlihatkan bahwa terlepas dari jumlah yang dikonsumsi, kita memiliki potensi untuk meraih tambahan manfaat penting dari memilih campuran beragam buah dan sayuran sebagai bagian dari makanan yang seimbang," kata Forouhi.

Satu porsi sama dengan setengah cangkir sayuran yang dimasak atau satu potong ukuran sedang buah segar.
Untuk studi tersebut, tim Forouhi meneliti data dari 3.704 orang dewasa yang berusia 40 sampai 79 tahun yang menjadi bagian dari studi lebih luas mengenai gizi dan penyakit kronis, demikian laporan Reuters, Jumat (27/4). Di antara orang itu, 653 terserang diabetes tipe 2 selama kurun waktu 11 tahun.

Semua peserta studi tersebut mempertahankan konsumsi produk susu selama satu pekan pada awal studi, dan tim Forouhi mendapati mereka yang melaporkan konsumsi beragam buah dan sayuran menghadapi risiko lebih kecil untuk terserang diabetes selama satu tahun ke depan.

Di antara sepertiga peserta yang paling banyak mengonsumsi buah dan sayuran --yaitu sebanyak enam porsi per hari-- 16 persen didiagnosis terserang diabetes tipe 2 dibandingkan dengan 21 persen dari seperti peserta dengan konsumsi buah dan sayuran paling sedikit, sekitar dua porsi per hari.

Kelompok yang mengonsumsi sedikit buah dan sayuran sangat dekat dengan pola makan di AS.

Tentu saja, orang yang memakan banyak buah dan sayuran mungkin berbeda dalam sejumlah kondisi, kata Forouhi, termasuk berat, tingkat olah raga, kebiasaan merokok dan pendidikan.

Namun ketika timnya memperhitungkan semua faktor itu, konsumsi buah dan sayuran dalam jumlah banyak tetap saja berkaitan dengan 21 persen risiko lebih rendah untuk terserang diabetes tipe 2.

Penelitian tersebut menemukan pola yang serupa ketika sampai pada keragaman. Orang yang mengonsumsi 16 jenis buah dan sayur yang berbeda setiap pekan, secara rata-rata, memiliki kemungkinan 40 persen lebih kecil untuk terserang diabetes dibandingkan dengan orang yang rata-rata mengkonsumsi delapan jenis.

Variasi mungkin menjadi penentunya sebab itu membantu memastikan orang memperoleh banyak gizi. Itu meliputi bukan hanya vitamin dan mineral, tapi juga serat dan zat sayuran yang disebut "phytochemical" yang diduga membantu melindungi sel dari kerusakan sehingga dapat mengarah kepada penyakit kronis.

Untuk memperoleh variasi yang bagus, Forouhi menyarakan orang memasukkan warna ke dalam khasanah buah dan sayuran. Tapi itu semua harus menjadi bagian dari pola hidup yang sehat.(ANT/MEL)

Sebelum Diolah, Rebus Dahulu Bahan Herbal

detail berita
(Foto: Getty Images)
BAGI sebagian orang, mengolah bahan herbal cukup membingungkan. Kuncinya, rebus dahulu bahan herbal sebelum diolah.

"Untuk pengolahannya, bahan herbal harus direbus karena kotorannya harus dibuang. Bisa saja langsung dimasak, tapi kotoran masih ada," ucap Chef John Chu, Executive Chef Pearl Chinese Restauran Hotel JW Marriott, kepada okezone saat ditemui di Pearl Chinese Restauran, Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Sebelum direbus, ditambahkan Chef John, tentu saja bahan herbal harus dicuci. Tak perlu memberikan bahan lain dalam proses pembersihan dan perebusannya.

"Saya khawatir bisa menghilangkan aroma dan nutrisinya kalau diberi bahan lain karena bahan lain ini bisa merontokkan kekuatan herbal, prosesnya cukup gampang dan mudah, cuci lalu rebus saja," tambahnya.

Selain itu, proses perebusan dan pencucian jangan terlalu lama karena herbal tergolong jenis tumbuhan yang sensitif. Cukup 30 detik sampai 1 menit.

"Kalau Anda tanya kenapa prosesnya cepat? Supaya fungsi dan rasa tidak hilang sehingga saat dikonsumsi masih ada rasa," bebernya.

Dirinya pun menegaskan bila bentuk dan ukuran herbal yang direbus tidak akan mempengaruhi rasanya. "Semua tergantung bahannya, kalau dipotong karena bentuknya besar. Kalau bahan herbalnya dipotong, itu bisa digunakan beberapa hari, seperti jahe, dan kalau tidak dipotong pun tidak akan berpengaruh," tutupnya. (ftr)

Tip Diet untuk Pasien Cuci Darah

TEMPO.CO, Jakarta -Pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis atau cuci darah akan merasakan haus yang amat sangat. Namun penting bagi mereka untuk tetap berdiet dengan memenuhi kadar kalori standar bagi pasien gagal ginjal, yakni 35 kilokalori per hari. Berikut diet yang layak dicoba.

1. Kurangi asupan cairan
Ginjal yang rusak membuat tubuh menahan air dan tidak bisa membuang cairan berlebih. Karena itu, pasien hemodialisis dianjurkan mengurangi asupan cairan. Bukan hanya asupan air yang harus dikurangi, tapi juga makanan yang mencair pada suhu kamar seperti sup, jeli, agar-agar, dan es. Kurangi juga konsumsi buah-buahan seperti melon, anggur, jeruk, dan tomat.

2. Kurangi kadar potasium (kalium)
Potasium mempengaruhi intensitas detak jantung. Karena itu, konsumsinya harus dibatasi 2-3 gram setiap hari. Makanan yang mengandung potasium dan harus dihindari meliputi aprikot, alpukat, yogurt, blewah, dan gula bit.

3. Kurangi kadar mineral fosfat.
Pada penyakit gagal ginjal, fosfat menumpuk dalam darah. Akibatnya, fosfat akan menarik kalsium dalam tulang dan menyebabkan kerapuhan. Makanan kaya fosfat yang harus dikurangi di antaranya susu, keju, minuman bersoda, cokelat, kacang, puding, dan krim.

CHETA NILAWATY | BERBAGAI SUMBER